Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Memutuskan untuk Tidak Memiliki Anak

17 Maret 2024   06:21 Diperbarui: 17 Maret 2024   06:44 308
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat ini di kota kota besar seringkali wanita karir yang meliliki anak mengalami diskriminasi dalam pekerjaannya karena konsentrasinya tidak penuh pada pekerjaannya.  Disamping itu bagi wanita karir potensi kehilangan pendapatan semakin besar sehingga semakin banyak wanita yang memutuskan untuk tidak memiliki anak dan merasa cukup bahagia hidup bersama pasangannya saja.

Namun jika kita dalami datanya, maka keputusan untuk tidak memiliki anak ini bukan semata mata disebabkan faktor penghasilan saja.  Hal ini terbukti misalnya di Korea Selatan upaya pemerintah untuk mendorang pasangan yang menikah  memiliki anak walaupun sudah diberi berbagai tunjangan dan subsidi ternyata tidak banyak menarik perhatian wanita untuk memiliki anak.

Tampaknya di kawasan Asia dan juga termasuk di Indonesia semakin banyak wanita yang  berpikir lebih dalam lagi  dan bertanya pada dirinya apakah memang mereka ingin memiliki anak? Apakah  keberadaan anak akan memberi kebahagiaan bagi dirinya? Pemikiran seperti inilah yang  menyebabkan semakin banyak  wanita yang keluar dari lingkaran tradisi yang selama diikuti oleh orang tua mereka yang menikah dan memiliki anak.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun