Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Toa yang Menghebohkan

25 April 2021   08:04 Diperbarui: 25 April 2021   17:40 1083
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : Kompas.com

Toa di Indonesia memang sudah terlanjur dikenal sebagai loud speaker yang digunakan secara luas termasuk di tempat ibadah.

Penggunaan toa di tempat ibadah memang pernah menjadi perdebatan publik ketika Pak Jusuf Kalla menyarankan agar volume suaranya dapat diatur penggunaannya dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.

Saat ini pun toa kembali menjadi perdebatan ketika salah seorang artis menyinggung penggunaan toa di tempat ibadah untuk membangunkan sahur yang menurutnya mengganggu masyarakat sekitar. Komentar artis ini bahkan membuat Kementerian Agama turut memberikan tanggapan.

Dalam artikel ini saya tidak membahas kontroversi toa di atas, namun membahas sisi lain yaitu sejarah inovasi dan pengembangan toa.

Sebagaimana yang kita ketahui suatu inovasi produk tentunya memiliki sisi positif dan negatifnya. 

Sebagai contoh inovasi pisau dapat bernilai positif jika digunakan untuk membantu pekerjaan seperti memasak dll, namun juga dapat berdampak negatif jika digunakan untuk melakukan kejahatan.

Oleh sebab itu memahami inovasi suatu produk akan membuat kita lebih bijak dalam menggunakan produk.

Toa di Indonesia indentik dengan istilah pengeras suara. Namun sebenarnya toa bukanlah merupakan nama produk melainkan nama perusahaan yang memproduksi berbagai produk elektronik terutama produk sound system, TOA.

Tidak ada yang menyangka Kreativitas Nakatani Tsunetaro yang dilahirkan pada tanggal 10 Agustus 1890 di kota Takasago, sekitar 30 km sebelah barat Kobe kelak akan menjadi perusahaan sekalihgus produk ikonik dunia.

Bagaimana tidak, produk produsen sound system ini produknya digunakan secara luas di dunia mulai dari Brompton Oratory, sebuah gereja Katolik Roma neo-klasik di Knightsbridge, London, ajang olah raga Wimbledon dan sistem speaker ini digunakan di masjid agung Al Fateh Kerajaan Bahrain dan tentukan tempat ibadah lainnya di berbagai wilayah di belahan bumi ini.

TOA Corporation perusahaan elektronik Jepang yang mengkhususkan diri dalam sound system, interkom, mikrofon, speaker serta megafon ini memang sudah menjadi icon dunia.

Dengan berpegang pada filosofi "mencintai pekerjaan dan kerja keras" akhirnya NAKATANI Tsunetaro yang tadinya memiliki hobi melukis dan fotografi ini berhasil membawa warisan usaha kakak iparnya menjadi salah satu perusahan terkemuka dunia.

Dengan keinginannya yang sangat kuat untuk memproduksi mikrofon, Tsunetaro mendirikan TOA Electric Manufacturing Co., Ltd. bulan September 1934.

Di era awal perusahan ini memfokuskan diri dalam pengembangan produk unik seperti "TOA Portable Amplifier" dan "Record Recorder".

Dengan berbekal teknologi yang dikembangkannya sendiri TOA di tahun 1939 berhasil mengemas amplifier, mikrofon, speaker, dan komponen lainnya ke dalam kemasan kecil yang menarik perhatian dunia.

TOA selanjutnya secara jeli dapat melihat dan memenuhi kepentingan publik akan amplifier system dan pengeras suara untuk kebutuhan sekolah dan pabrik.

Disinilah letak keunggulan TOA yang akhirnya dikenal sebagai produk sound system khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di tahun 1954 TOA berhasil membuat produk ikonik lain yang sangat dikenal dunia sampai saat ini yaitu megafon yang protabel dengan suara jelas dan dapat menjangkau jarak yang cukup jauh.

Seperti kebanyakan perusahaan elektronik yang ada riset dan pengembangan menjadi kunci utama untuk bertahan. Hal ini memang menjadi perhatian TOA dalam pengembangan produknya.

Di tahun 1969 TOA merambah pada produk sistim peringatan kebakaran yang juga menjadi salah satu produk ikonik nya.

Dengan melihat kebutuhan pengembangan perusahaan yang produknya sudah dikenal dunia inilah akhirnya TOA membuka cabang perusahaan di Hamburg Jerman di tahun 1973.

Di tahun 1990 TOA kembali menelurkan produk ikonik lainnya yaitu Fully Digital Mixer yang merupakan produk Audio Profesional pertama dan terbaik di dunia, sehingga produknya dipasang di theater ternama dunia the Vienna National Opera Theater.

Di ajang olah raga TOA juga berhasil menancapkan keunggulan produknya yang digunakan di olimpiade Beijing di tahun 2008 lalu. Di olimpiade ini produk TOA dipakai di hampir semua ajang pertandingan termasuk di sound system yang dipasang di stadium olimpiade yang berkapasistas 91.000 penonton.

Demikian juga produk TOA juga menjadi tulang punggung pertandingan tenis akbar dunia di Wimbledon di tahun 2011. Dengan pruduk Sistem Matriks Cerdas SX-2000 dan amplifier digitalnya membuat sistem keamanan dan jalannya setiap pertandingan berjalan dengan mulus.

Pengembangan produk yang tidak henti ini membuat TOA di tahun 2017 lalu berhasil mengembangkan sistem keamanan berbasis suara VX-3000 yang sangat popular dan berhasil memenangkan "In Avation Award"

Jadi mudah mudahan kita tidak salah mengartikan kata TOA sebagai "pengeras suara", sebagaimana kita sering menyebutkan penghapus salah kata dengan "Tip Ex", obat nyamuk dengan "Baygon", mie instan dengan "supermi", kue kering dengan "Kong Guan" dll nya.

Rujukan: satu, dua, tiga, empat, lima

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun