Amukan tornado di Amerika, cuaca buruk yang melanda Inggris utara, kebakaran hutan di Australia serta bentuk cuaca ekstrim lainnya yang saat ini melanda benua Asia dan juga negara-negara eropa lainnya menunjukkan pengaruh nyata fenomena El Nino.
Para ilmuwan menyatakan bahwa El Nino yang terjadi pada tahun 2015 merupakan yang paling parah dalam abad ini. Kominasi antara perubahan iklim and fenomena El Nino menyebabkan terjadinya badai, banjir dan kekeringan yang melanda di berbagai wilayah di belahan bumi.
Â
Hal yang sangat mengkhawatirkan para ilmuwan ini adalah iklim yang ekstrim ini ternyata pengaruhnya sampai ke kutub utara. Berdasarkan laporan dari para ilmuwan yang bermarkas di the North Pole Environmental Observatory suhu di sepanjang 300 km di kutub utara pada hari senin lalu tercatat -37oC, namun pada hari rabu suhu meningkat tajam menjadi -8oC.
Peningkatan suhu secara ekstrim di kutub utara ini menyebabkan suhu kutub utara di pertengahan musim dingin ini berada 20oC di atas rataan suhu kutub utara sejak tahun 1900.
Â
Jika kita amati tren peningkatan suhu ini, data empiris menunjukkan bahwa Jika dibandingkan sebelum era industrial, suhu di artic meningkat 3oC, salju lebih banyak turun, angin lebih kencang dan yang lebih mengkhawatirkan adalah hamparan es telah menyusut dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
Peningkatan suhu ekstrim minggu ini di kutub utara menjadikan suhu lebih hangat dan berpengaruh pada kehidupan satwa liar di sana. Salah satu satwa yang terpengaruh dengan meningkatnya suhu di atas titik beku ini adalah beruang kutub.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah peningkatan suhu yang sangat drastis yang terjadi di awal minggu ini akan berlanjut dan menjadi tren peningkatan suhu yang stabil menuju pemanasan. Jika fenomena ini terus berlanjut tentunya juga akan mempengaruhi bagian bumi lainnya mengingat kutub merupakan salah satu cadangan air tawar terbesar dunia.
Sumber :
Keterangan gambar judul : Gelombang panas sedang lenada kutub utara. Sumber ilustrasi
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H