Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Kontroversi Peluncuran Beasiswa Chan – Sukumaran

6 Mei 2015   07:14 Diperbarui: 17 Juni 2015   07:20 291
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Australian Catholic University. Photo: http://www.edufind.com/

[caption id="attachment_415420" align="aligncenter" width="630" caption="scholarshipplanet.info"][/caption]

Peluncuran beasiswa Chan-Sukumaran anggota kelompok Bali Nine oleh Australian Catholic University walaupun didasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan tetap saja mengundang kontroversi.

Vice Chancellor Prof Greg Craven dari  Australian Catholic University memang selama ini melalui tulisannya di berbagai media dikenal sangat vokal menentang hukuman mati Bali Duo ini. Greg bersikeras bahwa apa dilakukan universitasnya ini merupakan symbol identitas Catholic University yang terus mempromosikan budaya dan menentang keras hukuman mati.

[caption id="" align="aligncenter" width="444" caption="Australian Catholic University. Photo: http://www.edufind.com/"]

Australian Catholic University. Photo: http://www.edufind.com/
Australian Catholic University. Photo: http://www.edufind.com/
[/caption]

[caption id="" align="aligncenter" width="331" caption="Prof. Greg Craven, Vice Chancellor Australian Catholic University. Photo:http://www.acu.edu.au"]

Prof. Greg Craven, Vice Chancellor Australian Catholic University. Photo:http://www.acu.edu.au
Prof. Greg Craven, Vice Chancellor Australian Catholic University. Photo:http://www.acu.edu.au
[/caption]

Berikut beberapa kutipan ucapannya :

"kami melakukan ini karena Australian Catholic University terus berkomitmen menghargai nilai-nilai kemanusiaan termasuk mereka yang terjerat kasus kriminal"

"Apa yang kami lakukan memang kecil, namun merupakan kontribusi kami untuk menghapus hukuman mati di Indonesia"

"Calon mahasiswa Indonesia yang ingin mendapatkan beasiswa ini dapat menyampaikan lamarannya dan membuat tulisan terkait humant right. Beasiswa ini ditawarkan untuk mahasiswa undergraduate dan biaya kuliahnya kami tanggung sampai 4 tahun"

Sontak saja peluncuran beasiswa ini mendapat tanggapan dan kritikan dari masyarakat Australia sendiri. Bahkan Perdana Menteri Australia Tony Abbot sekalipun mengatakan bahwa dia mengerti upaya universitas untuk memperjuangkan human right, namun pemberian beasiswa unutk "mengenang" Andrew Chan dan Myuran Sukumaran merupakan sesuatu yang tidak lazim dan aneh dilakukan oleh suatu universitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun