Mohon tunggu...
Rr. Intita
Rr. Intita Mohon Tunggu... Wiraswasta - Public Relations at Universitas Dinamika

Write and daydream

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mengembangkan Modal Dasar Keaktoran Bersama Reza Rahadian

2 Juli 2024   10:44 Diperbarui: 2 Juli 2024   13:45 35
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Humas Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya)

Setiap orang memiliki bahan dasar untuk menjadi seorang aktor film. Hal ini karena di dalam diri seseorang, tumbuh naluri kebinatangan (animal instinct) sekaligus naluri kemanusiaan. Karena itu, setiap manusia memiliki sisi buruk dan sisi baik, bisa sedih sekaligus tertawa, marah dan menangis. 

Modal inilah yang harus dikelola seseorang ketika ingin memerankan tokoh dalam film. Demikian, kata aktor Reza Rahadian dalam program Dynamic Class program studi Produksi Film dan Televisi, Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya) pada medio Juni 2024 lalu.

Menurut pemeran Habibie dalam trilogi film drama biopik Habibie ini, setiap aktor memiliki caranya sendiri dalam memerankan tokoh. Ini karena setiap orang memiliki latar belakang masing-masing sehingga ketika mengekspresikan ketokohan, maka akan melahirkan acting yang berbeda. Karena itu menurut Reza, setiap manusia sebenarnya memiliki sisi-sisi antagonis dan protagonis. 

Modal dasar inilah yang harusnya bisa dieksplorasi ke ruang-ruang yang berbeda sehingga mudah untuk memerankan tokoh baik maupun tokoh jahat.

Pemeran Aris dalam film dan serial Layangan Putus ini lantas mengutip kata-kata dari sutradara Garin Nugroho yang mengatakan bahwa kekayaan besar dari seorang aktor adalah intelektual. Jadi kecerdasan tubuhnya menjadi modal dasar sehingga bisa tumbuh menjadi aktor besar. Dengan modal ini seorang aktor tidak akan memerankan tokoh secara karikatural atau dibuat-buat. Reza lantas memberikan contoh saat memerankan tokoh Habibie dalam film Habibie & Ainun, Rudi Habibie, dan Habibie & Ainun 3.

“Ada visi dan motivasi dari aktor untuk memerankan tokoh. Jadi bukan mereplika tokoh,” jelas Reza. “Bisa jadi ketika tokoh Habibie diperankan oleh aktor lain, maka sosok Habibie akan berbeda dengan apa yang saya perankan,” lanjut Reza saat menjelaskan alasannya di depan ratusan audiens di media daring.

Penerima 5 piala citra Festival Film Indonesia ini mengakui bahwa tidak mudah untuk memerankan sosok yang dikenal luas oleh publik. Saat itu ada beberapa aktor yang akan memerankan tokoh Habibie dan  dia aktor terakhir yang diseleksi dan dipilih.  Karena itu dia hanya memiliki waktu dua minggu untuk melakukan observasi langsung dengan tokoh Habibie dan keluarganya.

“Tantangan terbesarnya justru ketika karakter Habibie yang saya perankan mendapat persetujuan langsung dari beliau (Habibie, Red),” jelas Reza di acara yang bertajuk Kuliah Bareng Reza Rahadian: Bermain Film dengan Multikarakter ini.

Kepala Program Studi Produksi Film dan Televisi Universitas Dinamika, Muhammad Bahruddin, mengatakan bahwa kehadiran Reza Rahadian dalam Dinamic Class bisa menjadi amunisi bagi mahasiswa untuk menimbah ilmu secara langsung dari ahlinya, khususnya bidang pengadegangan dan keaktoran.

Sumber: Humas Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya)
Sumber: Humas Universitas Dinamika (STIKOM Surabaya)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun