Kami memulai perjalanan  pertama tama menuju Jogja . Disini kami menghubungi radio setempat, yang kalau tidak salah ingat nama Stasiun Radionya bernama Retjo Buntung. untuk bisa siaran satu jam Penyembuhan alami.Pada kesempatan ini  kami mengundang pendengar untuk ikut penyembuhan gratis di hotel Sahid, tanpa syarat apapun dan terbuka untuk umumÂ
Bagi yang merasa tertarik  boleh ikut lokakarya Reiki.Begitulah disetiap kota kami hadir 2 hari ,kemudian kembali ke Jakarta..
Siaran melalui An TV
Suatu hari kami diundang An Tv untuk membawakan acara penyembuhan sosial melalui tayangan An Tv.Ini pertama kali kami promosi melalui TV.Selesai acara kami diberi honor yang kami terima kemudian kami kembalikan ke staf nya Ternyata siaran penyembuhan gratis melalu TV jauh lebih efektif dibandingkan radio Â
Untuk di Jogya kami memanfaatkan Stasiun TV Jogya TV dan begitu juga dengan kota kota yang kami kunjungi selanjutnya.Â
Kami menghubungi TVRI minta waktu siaran dan dikenakan biaya Rp 500.000.-sekali siaran. Bertahun tahun berlalu  setiap kali terjadi peningkatan biaya.Terakhir kami membayar RP 10 juta sekali siaran. Tentu saja beban kami menjadi semakin berat.
Kami telah mengunjungi berbagai kota di Indonesia,baik kota besar maupun kota kecil. Dimana  bisa siaran TV kami mampir dan mengadakan penyembuhan serta lokakarya. Menurut catatan mencapai lebih dari 100 kota dan mengunjungi hampir semua pulau di seluruh Nusantara .
Pindah Rumah
Sementara itu yang punya rumah di Duri kencana tak mau lagi menyewakan rumahnya. Kamipun  pindah ke Tiga Raksa yang sudah lama dibeli tapi tidak dipergunakan. Tapi karena harus membuang waktu berjam.jam dijalan ,maka kami berpikir untuk tinggal di apartemen di Kemayoran  Karena dekat dengan bandara Soekarno HattaÂ
Kami membayar uang muka untuk Apartemen di Kemayoran yang waktu itu baru mulai dibangun. Jadwal hidup kami sangat padat,
Mulai menetap di Australia
Setelah permanent resident kami keluar kami mengunjungi putri kami di Townsville di negara bagian  Queensland .
Kami diajak untuk tinggal bersama  Setelah beberapa bulan kemudian kami ke Perth tempat putra kami Irmansyah  dan tinggal  sebulan kemudian kembali ke Jakarta untuk melanjutkan acara penyembuhan dan lokakarya seperti biasa. Hal ini terus berlangsung sepanjang tahun.
Kesimpulan:
Menerapkan hidup berbagi tentu tidak mungkin bisa berlangsung bila tidak ada persiapan dana. Maka kami mencari solusi dengan membagi acara menjadi dua sesi.Yakni.sesi pertama penyembuhan gratis dan sesi kedua lokakarya dengan biaya  Dana yang masuk dari lokakarya kami.jadikan subsidi silang. Sehingga kegiatan sosial terus berlangsung tanpa harus menguras tabungan kamiÂ
Melayani sesama dengan sepenuh hati ,sungguh menghadirkan rasa suka cita yang mendalam. Karena tak terhitung orang yang merasakan manfaatnya. Tak kalah pentingnya dengan jalan ini kami sudah mengisi hidup dengan hal yang bermanfaat
Catatan : mohon maaf artikel ini ditulis tidak secara sistematis ,melainkan berdasarkan daya ingat semata.
10 Nopember 2020.
Salam saya,
Roselina.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI