Ketua Umum Partai Gerindra dan juga calon kuat dalam pemilihan presiden (capres), Prabowo Subianto, telah memberi tanggapan terhadap komentar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. Komentar tersebut menggambarkan proyek Food Estate yang dipimpin Menteri Pertahanan sebagai tindakan kriminal terhadap lingkungan.
Dalam sebuah respons singkat kepada media setelah acara di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Prabowo menyatakan, "Oh yang bener?" pada hari Selasa (15/8).
Prabowo tampak enggan berbicara lebih lanjut tentang kritik Hasto terhadap proyek Food Estate yang saat ini mandek dan diduga disalahgunakan. Sebelumnya, Hasto menyuarakan kekhawatirannya bahwa proyek ini berdampak pada penebangan hutan tanpa memberikan hasil yang nyata.
"Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, terdapat penyalahgunaan, dan hutan malah ditebang tanpa membangun food estate yang layak. Hal ini merupakan bentuk kejahatan terhadap lingkungan," ungkap Hasto di Bogor.
Hasto juga menyampaikan tanggapan atas dugaan aliran dana hasil kejahatan lingkungan ke partai politik. Ia menyerukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki kasus ini.
"Kami mendorong PPATK untuk menyelidiki, terutama karena ini terkait dengan isu lingkungan. Bu Mega sangat peduli," tutur Hasto.
Proyek food estate adalah inisiatif Presiden Jokowi sejak awal periode kedua kepemimpinannya. Proyek ini dikerjakan oleh Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo dan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan termasuk dalam proyek prioritas strategis sesuai Perpres Nomor 108 Tahun 2022.
Namun, kritik muncul dari berbagai pihak karena proyek ini dianggap gagal. Greenpeace, misalnya, menilai proyek ini terlalu fokus pada penyeragaman pangan dan tidak memberikan manfaat kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam acara yang sama di Hotel Bidakara, Prabowo juga membahas masalah kekeringan dan pentingnya mengamankan sumber daya air di Indonesia. Menurutnya, sumber daya air Indonesia sering terbuang ke laut, sementara beberapa wilayah mengalami kesulitan dalam mendapatkan air.
"Banyak air kita terbuang, dan banyak sumber air yang keluarnya di laut tidak terlalu jauh antara 50m," paparnya.
Prabowo berencana untuk mengatasi masalah air dengan bekerja sama dengan pihak yang mengenal wilayah tersebut.
Prabowo juga menyentuh masalah ketergantungan Indonesia pada merek mobil asing meskipun memiliki sumber daya alam yang strategis. Menurutnya, Indonesia harus bisa memproduksi mobil sendiri meskipun biayanya lebih mahal.
Selain itu, Prabowo juga menekankan keinginannya untuk melanjutkan program ekonomi Presiden Joko Widodo yang dikenal sebagai 'Jokowinomics', yang mencakup berbagai inisiatif seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan lainnya.
Terkait Pilpres 2024, Prabowo mengaku semakin bersemangat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di Indonesia setelah mendapatkan dukungan dari beberapa partai politik.
"Alhamdulillah sekarang kita sudah ada bayangan saya tambah optimis tambah semangat, bukan tidak mungkin kalau yang terbaik dan tercerdas kita bisa atasi kesulitan-kesulitan," pungkasnya.
Prabowo berkomitmen untuk menyiapkan berbagai langkah dalam memperbaiki dan menyelesaikan masalah di Indonesia, termasuk isu pangan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H