Mohon tunggu...
R_82
R_82 Mohon Tunggu... Wiraswasta - Adalah seseorang yang hidup, menghidupi dan di hidupkan OlehNya. Begitupun dengan kematian dan semua diantaranya. tanpa terkecuali.

Bukan sesiapa yang mencari apa dibalik mengapa dan bagaimana

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Keramas Terakhir Sebelum Dihukum Mati

26 Juni 2011   13:41 Diperbarui: 26 Juni 2015   04:09 1997
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Yang saya garis bawahi dalam aturan trsbut adalah pada :

BAB II

TATA CARA PELAKSANAAN PIDANA MATI, YANG DIJATUHKAN OLEH PENGADILAN

DI LINGKUNGAN PERADILAN UMUM.

Pasal 11, ayat 2.  "Jika diminta, terpidana dapat disertai oleh seorang perawat rohani".

Darisana, tentu dapat di nilai bahwa hak-hak pribadi terdakwa mati masih diberikan. Adapun pendamping rohani tersebut adalah sebagai salah satu upaya membantu agar terdakwa bisa mati dengan keadaan suci atau telah melakukan permohonan pengampunan kepada Tuhan. Pendamping tersebut akan membimbing  secara Agama yang dianutnya dengan cara-cara yang baik dan benar.

Dalam Agama Islam contohnya. Upaya penyucian diri dari dosa (memohon pengampunan) tidak lepas dari pembersihan diri dengan cara membersihkan segala jenis kotoran. tentu saja kebersihan rambut dan kulit kepala menjadi salah satu bagian yang tidak bisa di lupakan.

Sudah lazim bagi umat Muslim untuk mandi junub dan didalamnya ada keramas (membersihkan rambut dan kulit kepala) jika memiliki hadats (adalah hukum atau keadaan) besar. karena jika belum mensucikan hadats besarnya, maka tidak diperbolehkan untuk shalat.

Dalam hal ini tentu saja terpidana mati  melakukan keramas terakhir sebelum melaksanakan eksekusi matinya. Adapun waktu melakukannya, satu  atau beberapa hari sebelum eksekusi adalah pilihan dan penentuan tersendiri dari terpidana mati tersebut.

****O****

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun