Mohon tunggu...
Romlah mdr
Romlah mdr Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money

Mengenal Ekonomi Islam dalam Kehidupan

25 Februari 2018   13:01 Diperbarui: 26 Februari 2018   21:26 738
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Bismillah....... !!!

Perlu disadari bahwa hidup didunia bukan hanya untuk sekedar hidup, akan tetapi hidup didunia harus memahami apa yang dilakukan dan tujuan untuk hidup itu sendiri.Maka dari itu, saya akan mencoba mengurai sedikit tentang materi ekonomi islam yang merupakan  suatu tujuan utama kehidupan manusia untuk menuju suatu kebahagian yang mana kebahagiaan itu tumbuh ketika kebutuhan serta keinginan kita tercapai. Banyak sekali kebutuhan hidup kita dalam mencapai suatu kebahagiaan, namun terkadang tidak semua apa yang kita kehendaki itu  tercapai. Yaitu dalam factor kurangnya sumber daya yang bisa digunakan untuk mewujudkan suatu kebutuhan hidup. Serta pemahaman tentang bagaimana cara mengelola dan dapat memahami hidup itu seperti apa?

            Definisi Ekonomi Islam

            Ekonomi Islam merupakan suatu cabang ilmu yang mempelajari metode untuk memahami dan memecahkan masalah ekonomi yang didasarkan atas ajaran agama islam.[1]

 

            Islam adalah sistem kehidupan, mengapa demikian? Karena islam telah menyediakan berbagai perangkat aturan yang lengkap bagi kehidupan manusia, termasuk dalam bidang ekonomi. Dimana hal tersebut sudah tercantum dalam firman-nya, yaitu Qs. Al-Maidah:3.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِ يْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ لْإِسْلَامَ دِيْنًا

 

Yang artinya:

            Pada hari itu telah ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah ku-cukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah ku ridhoi Islam itu menjadi agama bagimu.[2]

 

            Dalam firman yang telah terurai diatas menjelaskan bahwa tidak diragukan lagi bahwa Islam merupakan agama yang sempurna dan mempunyai sistem tersendiri dalam menghadapi permasalahan kehidupan, baik yang bersifat material maupun non material.

 

            Dan pada intinya segala permasalahan didalam ekonomi islam terjawab didalam Islam untuk mengatasi masalah di ekonomi kehidupan yang telah diatur dalam Al-Qur'an dan As-sunah. Seperti halnya menyuruh kita mempraktikan ajaran wahyu tersebut dalam semua aspek kehidupan termasuk soal muamalah dan segala masalah ekonomi yang merupakan bagian dari aspek kehidupan yang diharapkan akan membawa manusia kepada tujuan hidupnya. Tujuan kehidupan tersebut sebagai berikut:

 

Kesejahteraan didalam hidup

            Kesuksesan, kemulian atau  kemenangan serta kesejahteraan merupakan arti dari bahasa Arab yaitu falah dari kata kerja aflahah-yuflihu istilah tersebut diambil dari kata-kata Al-Qur'an. Falah hanya akan dapat diperoleh jika ajaran islam dilaksanakan secara meyeluruh atau kaffah.

Kemaslahatan antara agama, jiwa, akal, gen, serta material/harta

            Kesejahteraan suatu kehidupan didunia dan akhirat akan terbentuk jika segala kebutuhan-kebutuhan manusia dapat diseimbangkan. Maslahah sendiri adalah segala bentuk keadaan,baik material maupun nonmaterial, yang mampu meningkatkan kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. Pentingnya kemaslahatan disini yaitu untuk mencapai suatu kebahagian didunia dan akhirat yang mana segala kebutuhan-kebutuhan tercapai dengan sepenuhnya (sempurna) tanpa ada salah satu kebutuhan yang tidak terpenuhi.

Permasalahan dalam mencapai suatu kesuksesan

            Disetiap kehidupan didunia tidak akan luput yang namanya rintangan atau permasalahan untuk menuju kesuksesan terkadang kita diuji dengan adanya berbagai keterbatasan, kekurangan, dan kelemahan yang ada pada manusia. Dengan berbagai permasalahan yang bervariasi yang salah satunya yang paling mencolok adalah kurangnya sumber daya (Resources) yang tersedia dibandingkan dengan kebutuhan atau keinginan manusia dalam rangka mencapai falah (kesejahteraan). Kekurangan sumber daya inilah yang sering disebut oleh ekonomi pada umumnya dengan istilah "Kelangkaan".

                        Hidup didunia dialam semesta ini tidak lah tercipta dengan sendirinya namun dengan kehendak pencipta yaitu Allah Swt.  menciptakan bumi beserta isinya untuk dipergunakan sebaik mungkin untuk memenuhi seluruh kebutuhan seluruh makhluknya. Disinilah manusia di uji untuk menggunakan segala potensinya untuk menggali dan mengelola alam ini agar kemenangan atau kesuksesan itu tercapai.

Factor penyebab terjadinya kelangkaan disini adaa 3 hal pokok yaitu:

Ketidakmeralatan distribusi sumber daya

Keterbatasan manusia

Konflik antartujuan hidup

 

Terdapat tiga aspek utama harus diselesaikan oleh ekonomi agar falah tercapai, yaitu 1) konsumsi; output atau komoditas apa dan berapa yang diperlukan agar kemaslahatan maksimal tercapai; 2) Produksi; bagaiaman output dihasilkan agar kemaslahatan maksimal tercapai; 3) distribusi; bagaimana sumber daya dan output didistribusikan agar setiap individu mendapatkan maslahah yang maksimal.[3]

Ekonomi islam disebut juga hukum syara’, mengapa demikian?? Karena sebagai dasar dari ilmu ini lebih mengarah kepada hubungan antara manusia dengan lingkungan dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan dan saling berinteraksi antara manusia dengan alam. Dimana setiap interaksi tersebut harus mengikuti peraturan-peraturan yang telah disepakati.[4]

Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam

 

            Ekonomi islam pada dasarnya muncul pertama kali bersamaan dengan lahirnya ajaran islam pada abad ke-7 karena ajaran Islam tidak hanya memberikan panduan ritual, namun juga dalam berkehidupan bermasyarakat termasuk dalam aktivitas ekonomi.

 

            Sejarah ekonomi islam pada dasarnya bersumber dari ide dan praktik ekonomi yang dilakukan Rosulullah Saw, dan para sahabatnya serta pengikut-pengikutnya sepanjang zaman. Didiverisifikasi praktik ekonomi yang dilakukan masyarakat muslim setelah masa Muhammad saw. Bisa dianggap sebagai acuan sejarah ekonomi selama tidak bertentangan dengan ajaran islam.

 

            Pada masa Rosulullah saw dan masyarakat muslim adalah teladan yang paling baik implementasinya Islam, termasuk dalam bidang ekonomi. Dimana pada masa sebelum kenabian Muhammad Saw ia adalah seorang pembisnis pada masa dimadinah karena pada periode dimekkah masayarakat muslim belum smepat membangun perekonomian, sebab masa itu penuh perjuangan untuk mempertahankan diri dari intimidasi orang-orang Quraisy. Dan barulah ketika pada masa periode madinah Rosulullah memimpin sendiri membangun masyarakat madinah sehingga menjadi masyarakat sejahtera dan beradab.

 

            Rosulullah saw. Mengawali pembangunan Madinah dengan tanpa sumber keuangan yang pasti, yang dikarenakan kaum muhajirin tidak memiliki kekayaan karena mereka telah meninggalkan seluruh hartanya dimakkah. Oleh karena itu, Rosulullah Saw, mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan Anshar sehingga dengan sendirinya terjadi redistribusi kekayaan. Kebijakan ini sangat penting sabagai strategi awal pembangunan madinah. Selanjutnya, untuk memutar roda perekonomian, Rosulullah mendorong kerja sama usaha diantara anggota masyarakat (misalnya muzaraah, mudharabah, musaqah, dan lain-lain). Sehingga terjadi peningkatan produktifitas, serta meningkatnya sumber penerimaan Negara juga meningkat. Sumber pemasukan Negara berasal dari beberapa sumber yaitu seperti zakat atau ushr,  harta rampasan perang, serta sumber pendapatan yang tidak terlalu besar seperti tebusan tawanan perang, pinjaman dari kaum muslim dll.[5]

 

            Sedangkan pada masa khulafaurrasyidin yang merupakan penerus kepemimpinan nabi Muhammad Saw, kebijakan mereka tentang perekonomian melanjutkan dasar-dasar yang dibangun oleh Rosulullah Saw. Yaitu pada masa khalifah Abu bakar Siddiq (52 Sh-13 H/537- 634 M)  beliau mendirikan Baitul Maaldan meneruskan sistem pendistribusian harta rakyat sebagaimana pada masa Rosulullah Saw. Pada masa khalifah usman bin khatab (40 SH-23 H/584- 644 M) hukum perdagangan mengalami penyempurnaan serta mengurangi beban pajak hingga mendirikan pasar-pasar daerah dipedalaman seperti di Ubulla, yaman, damaskus, mekkah dan Bahrain. Dan pada masa kekholifahan usman bin Affan (47 SH-35 H/577 -- 656 M) permasalahan ekonomi muncul dikarenakan semakin luasnya wilayah Negara Islam hingga semakin sulit untuk diatasi. Seperti permasalahan social politik dll. Selanjutnya pada masa khalifah Ali Bin Abi Thalib (23 SH-40H/600-661 M),dalam mengelola perekonomian ini dikenal sangat sederhana yang disebabkan ia harus berhati-hati dalam mengelola hal ini yang telah banyak potensi konflik yang terjadi pada masa khalifah sebelumnya.[6]

 

Disiplin Ilmu didalam ekonomi Islam harus mempunyai metodologi Ekonomi Islam dimana tujuan tersebut membantu untuk mecari kebenaran. Yaitu melalui Al-qur'an dan As-sunnah.

 

Konsep rasionalitas islam

Etika dan rasionalitas Ekonomi Islam

Syariah, fiqh dan Ekonomi islam

 

Dari ketiga metodologi ekonomi islam dapat disimpulkan bahwa setiap perilaku atau pelaku ekonomi harus mempunyai pemikiran yang rasional yang digunakan  untuk menganalis suatu barang yang akan dipilih melalui pertimbangan rasional. Dan sebagai perilaku atau pelaku ekonomi didalam islam mengajarkan tentang akidah yaitu etika ataupun moral dan bukan semata-mata didasarkan atas nilai-nilai yang dibangun oleh kesepakatan social. Dan moralitas disini diposisikan sebagai suatu batasan ilmu ekonomi.

 

 Fungsi dari syariah disini untuk memberikan control terhadap perilaku manusia agar manusia terselamatkan dari tindakan yang merugikan yakni memjauhkan dari falah. Syariah berfungsi untuk memberikan informasi dan petunjuk bagaimana ekonomi islam seharusnya diselenggarakan. Sedangkan fiqh dipergunakan untuk alat control produk ekonomi agar tidak melanggar syariah.

Ya... mungkin itu saja .... yang dapat saya paparkan tentang Ekonomi Islam..... Semoga bermanfaat .........................................................! terimakasih

 

Daftar Pustaka 

[1] Mustafa Edwin Nasution, pengenalan Ekslusif ekonomi islam, (Jakarta: Kencana, 2006),hlm. 1

  

[2] Al-Qur'an, 5:3

  

[3] Burhanuddin Abdullah, Ekonomi Islam, (Jakarta; PT Rajawali Pers, 2014)hlm.8

  

[4] Muhamad, Metodologi Penelitian Pemikiran Ekonomi Islam, (Yogyakarta; Ekonisia, 2013)hlm.9

[5] Burhanuddin Abdullah, Ekonomi Islam, (Jakarta; PT Rajawali Pers, 2014)hlm.98

  

[6]Burhanuddin Abdullah, Ekonomi Islam, (Jakarta; PT Rajawali Pers, 2014)hlm.101

  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun