engkau adalah serupa mendung
sedikit semburatkan resah
menyesakkan kelambu langit setia
memaksa deraskan rinai kegamangan
engkau adalah sekerat mantra
dalam jiwa-jiwa nestapa
merajuk dalam rindu terlarang
disetiap titik desah yang tersengal
dan....
adalah menyakitkan
ketika kubertahan dalam bisu
berharap erat membisik lirih
mencerca candu madu yang kau tawarkan
namun cawan tiada sudah berpaling
aku menatapmu dalam ambigu
sepersekian detik
aroma sesal menyusup nadiku
kebodohanku dipertaruhkan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI