Mohon tunggu...
Rolin Taneo
Rolin Taneo Mohon Tunggu... Lainnya - Pemulung Ilmu

Tertarik pada bidang ilmu filsafat, sosiologi dan teologi (Kristen)

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Lapangkan Jalan untuk Tuhan

8 Desember 2024   09:20 Diperbarui: 8 Desember 2024   10:38 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Apa reaksi Yohanes Pembaptis ketika mereka menanyakan tentang siapa dirinya? Yohanes Pembaptis berkata jujur, tidak munafik atau menyembunyikan identitas dirinya. 

Kesannya Yohanes Pembaptis seperti tahu apa yang ada di pikiran para urusan dari Yerusalem itu karenanya ia menjawab bahwa ia bukanlah Mesias (ayat 20). 

Kita telah tahu bersama bahwa Mesias yang ada di pikiran para imam dan juga orang Yahudi adalah seorang pembebas, yang datang sebagai raja untuk kemudian membebaskan orang Yahudi dari tekanan Romawi.

Karena Yohanes Pembaptis mengakui bahwa dirinya bukan Mesias maka mereka lanjut bertanya, apakah ia adalah Elia atau mungkin seorang nabi? 

Yohanes Pembaptis lagi-lagi berkata bahwa ia bukan Elia atau juga bukan seorang nabi  (ayat 21). 

Karena Yohanes Pembaptis bukan Elia dan Nabi maka mereka lanjut bertanya tentang siapa dia supaya mereka bisa meneruskan identitas Yohanes kepada siapa yang mengutus mereka (ayat 22).

Yohanes Pembaptis kemudian membongkar identitasnya. Yohanes Pembaptis lalu mengatakan bahwa :

"Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Kutipan ini adalah bagian dari terbuktinya nubuat dalam Yesaya 40:3-5. 

Dengan mengatakan hal ini maka Yohanes Pembaptis berani berkata bahwa melalui dirinya, Allah telah membuat rancangan yang indah atas diri Yohanes, yakni memilih dia  menjadi pembawa kabar dalam menyatakan kedatangan Yesus Kristus (ayat 23-24).


Lagi-lagi orang-orang utusan dari Yerusalem masih kurang puas karena Yohanes berani membaptis orang-orang pada saat itu. 

Pertanyaan ini mereka lontarkan semata-mata untuk meyakinkan dugaan mereka tentang Yohanes adalah Nabi atau Mesias. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun