Mohon tunggu...
Rofinus D Kaleka
Rofinus D Kaleka Mohon Tunggu... Insinyur - Orang Sumba. Nusa Sandalwood. Salah 1 dari 33 Pulau Terindah di Dunia. Dinobatkan oleh Majalah Focus Jerman 2018

Orang Sumba, Pulau Terindah di Dunia

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Apa Dampak Tujuh Film yang Syuting di Pulau Sumba?

20 April 2019   22:53 Diperbarui: 20 April 2019   23:00 1716
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam FFI 2018, film ini menyabet 10 Piala Citra, meliputi yaitu  Pemeran Utama Wanita Terbaik (Marsha Timothy), Pemeran Wanita Pendukung Terbaik (Dea Panendra), Sutradara Terbaik (Mouly Surya), Penulis Skenario Asli Terbaik

(Mouly Surya dan Rama Adi),  Film Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik (Frans XR Paat), Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa), Penata Musik Terbaik

(Zeke Khaseli dan Yudhi Arfani), Penyunting Gambar Terbaik (Kelvin Nugroho), dan Pengarah Sinematografi Terbaik (Yunus Pasolang).

Film ini diproyeksikan akan menembus pasar ke 18 negara, di antaranya yaitu Amerika Serikat, Kanada, negara di Eropa dan Asia Tenggara.

5. Humba Dreams

Humba Dreams adalah film besutan sutradara Riri Riza bersama produser Mira Lesmana dan Riri Riza. Film yang dibintangi Ully Triani dan Ephy Sekuriti ini mengisahkan perjalanan seorang pelajar film muda di Jakarta yang diminta pulang ke desanya di Pulau Humba atau Sumba.

Film ini dirilis pada tahun 2018. Namun sebelum dirilis, film ini telah menerima penghargaan bergengsi CJ Entertainment Awards dari Asian Project Market 2017 (APM) yang digelar di Korea Selatan. AMP adalah bagian dari rangkaian Festival Film Internasional Busan 2017.

6. Atambua 39 Derajat Celcius

Atambua 39 Derajat Celsius adalah film besutan Sutradara Riri Riza bersama produser Mira Lesmana di bawah rumah produksi Miles Film. Film ini memotret kehidupan orang-orang yang tercerai setelah referendum di Timor-Timur (sekarang Timor Leste), suami yang berpisah dari istri dan anaknya serta anak-anak yang berpisah dengan orang tua mereka.

Mira dan Riri mengemas film ini dalam bahasa Tetum, bahasa asli masyarakat Timor Leste. Jadi jangan heran jika aktor-aktor yang memerankan tokoh-tokoh dari film ini pun masyarakat asli Timor, yaitu Gudino Soares, Petrus Beyleto, Putri Moruk.

Film ini tayang pada tahun 2012. Namun penayangan perdananya di Teater 7 Toho Cinemas Roppongi Hills, Tokyo, Jepang, dalam 25th Tokyo International Film Festival (TIFF), pada 20-28 Oktober 2012. Saat itu film ini mendapat sambutan positif penonton dari berbagai negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun