Berhenti disini. Frase ini bukan permintaan atau perintah penumpang angkot agar sopir menghentikan kendaraannya. Frase itu adalah terjemahan leksikal dari kata "Mata Yangu", bahasa ibu orang  Anakalang di Kabupaten Sumba Tengah. Bahasa dari Marion Rambu Jola Pedi alias Lala, peserta Idonesian Idol, yang barusan tereliminasi di babak 6 besar.
Mata Yangu adalah nama salah satu destinasi alam terfavorit di Sumba Tengah. Air Terjun Mata Yangu ini tersembunyi manis di dalam kawasan hutan Taman Nasional Manupe Tana Daru. Ia terletak di desa Waimanu, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah.
Profil Mata Yangu
Seperti apakah profil Mata Yangu itu? Â Letak air terjun ini tidak jauh dari air terjun Lapopu di Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. Ketinggian air terjun Mata Yangu sekitar 60-77 meter. Artinya, Lapopu masih lebih tinggi, yang mencapai sekitar 90-an meter.
Air terjun Mata Yangu yang meluncur dari tebing cukup curam itu mempunyai tiga sumber. Pertama, dari sungai di atas tebing. Ini hanya terjadi pada saat musim hujan, jika debit air berlebihan dan meluap. Kedua, dari dua buah goa batu yang berada beberapa meter di bawah bibir tebing. Dua goa inilah yang memuntahkan air secara konstan sepanjang waktu, tanpa terpengaruh oleh musim hujan dan musim kemarau. Ketiga aliran air tersebut menyatu dan membentuk air terjun yang indah dan menakjubkan.
![foto: Moripanews.com](https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/03/19/m-yangu-2-5aafd4f1dcad5b1a6856de92.jpg?t=o&v=770)
Air terjun Mata Yangu tersebut bermuara di palungan badan sungai di bawahnya dan berbentuk kolam. Palungan kolam alamiah tersebut  cukup luas. Airnya berwarna tosca (biru kehijauan) namun bening dan bersih serta sejuk. Di sini bisa mandi dan berendam diri menikmati kesejukan airnya.
Disini juga dapat menikmati kolam-kolam air kecil yang terbentuk secara alamiah oleh susunan bebatuan khas sungai. Disamping itu, juga dapat menikmati kicauan aneka burung endemis yang masih lestari di dalam kawasan hutan nasional tersebut, seperti Julang sumba, Nuri pipi merah, Jalak sumba, Betet kelapa, Rawamano, Sikatan sumba, Pipasan, dan Kakatua jambul-kuning.
Belum lagi sajian panorama aneka tanaman dan oksigennya yang masih bebas polusi, akan menyuntikkan oase nikmat jasmani yang menyegarkan. Kawasan hutan nasional tersebut merupakan habitat pohon-pohon khas Sumba yang meliputi yaitu Wulumanu, Manera, Aikaka, Delu, Qiru, Kapulut, dan Aiwai.
Dari Waibakul
Untuk menuju ke lokasi destinasi air terjun Mata Yangu yang menakjubkan itu, tidak terlalu sulit. Dari Waibakul, ibukota Kabupaten Sumba Tengah, hanya sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan, baik roda dua dan empat.
Memang untuk tiba di Waibakul, harus melalui Tambolaka, ibukota Sumba Barat Daya yang berada di wilayah barat pulau Sumba. Dari Tambolaka melalui Waikabubak, ibukota Kabupaten Sumba Barat. Kemudian dari Waikabubak baru menuju Waibakul. Perjalanan dari Tambolaka menuju Waibakul dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Bisa juga melalui Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur di wilayah timur pulau Sumba. Perjalanan dari Waingapu menuju Waibakul memang lebih lama sedikit, sekitar 2,5 jam. Tinggal memilih mau dari mana. Yang pasti akan tiba juga di Mata Yangu.
Nah, tunggu apalagi. Ramai-ramai yuk ke Sumba! Jangan lupakan Mata Yangu ya!. ***
Rofinus D Kaleka *)
Tambolaka-Jakarta, 21.19 WIB, 19/03/2018
 Catatan: Foto-foto di atas bukan karya asli saya.
Karena posisi saya sekarang di luar Sumba, maka saya edit dari "Maringetrip dan Moripanews".
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI