Dalam soal politik, harus mengesampingkan husnudzon (berprasangka baik) terlebih dahulu.. kenapa kok begitu? Ya dalam manajemen kepimpinan itu harus mengantisipasi terjadinya hal yg tidak diinginkan mulai dari hal terkecil...
Begini, harus memprediksi dan meminimalisir terjadinya miss antar pemimpin dan anggotanya. Kita masukkan contoh dalam konteks sekarang; seorang presiden terpilih harus memprediksi kabinet yg terbaik yg membantu kepimpinan esok, agar minim miss antara presiden dgn kabinetnya (baik komunikasi atas ke bawah, bawah ke atas dan kanan kiri)
Ingat! Kesempurnaan itu hanya milik Allah Tuhan Maha Esa, Presiden hanyalah rakyat biasa bukan nabi yang dima'sum dari kekeliruan.
Sistemnya kan gak ganti? Boleh Anda/kita bilang seperti itu, karna kita tak tau, kita disini sebagai rakyat bukan pemain dramanya.. bolehlah kita mempersepsikan sebagaimanapun.
Tapi yang perlu diketahui, kalau sudah berganti tangan, pasti beda dong antara tangan si A dengan si B... Cara gerakannya pasti ada bedanya, mungkin dari segi mengambil, menaruh dan seterusnya.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H