Halo sahabat kompasiana, sebelumnya saya ingin berterima kasih karena telah membaca travel story saya sebelumnya yang berjudul "Solo Traveling Makassar to Bali menggunakan kapal PELNI". Selanjutnya saya ingin berbagi perjalanan saya selama 11 hari di Bali. Tetapi jika di hitung dengan waktu perjalanan pulang-pergi, memakan waktu selama 15 hari. Bisa dikatakan hampir setengah bulan yah, hehehe.Â
Hari pertama, saat saya tiba di Bali. Saya langsung menuju penginapan yang telah saya pesan sebelumnya di sebuah aplikasi, bisa dikatakan tempatnya tidak terlalu jauh dari pelabuhan. Penginapannya berada di jalan Gedong Sari Benoa, Nusa  Dua. Tempat penginapannya termasuk murah, bagus, bersih, dan juga sangat nyaman. Tidak hanya itu, lokasi penginapannya juga dekat dari Landmark terpopuler di antaranya, yaitu : Pantai Nusa Dua, Taman Waterboom, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pantai Seminyak, Pantai uluwatu, Candi Tanah Lot, Hutan monyet suci, Campuhan Ridge Walk, dan Sawah Terasering Tegallalang.
Setelah tiba di penginapan, saya langsung bersih-bersih dan beristirahat. Suasananya sangat tenang, udaranya sangat segar, berbeda dengan di kota-kota besar dimana udaranya sudah tercemar dengan polusi. Sambil beristirahat, saya membuka sosial media tiktok untuk melihat-lihat tempat wisata yang berada di bali untuk saya kunjungi nantinya. Dan tempat yang paling ingin saya kunjungi nantinya adalah GWK (Garuda Wisnu Kencana). Setelah memilih-milih tempat yang ingin saya kunjungi, saya kembali beristirahat sejenak.
Keesokan harinya tepat ditanggal 10 september, tempat pertama kali yang saya kunjungi yaitu, Monumen Bajra Sandhi atau disebut juga Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Sejarah Museum Bajra Sandhi ini memiliki arsitektur khas tradisional Bali, dan pembangunannya sarat akan makna filosofi agama Hindu. Tidak hanya itu, monumen Bajra Sandhi juga sarat akan simbol kemerdekaan. Seperti anak tangga yang berada di pintu utama monumen berjumlah 17 dan sebuah tiang agung yang berada di bagian dalam monumen berjumlah 8. Nah katanya, angka-angkat tersebut adalah tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.
Untuk sampai di sana, saya naik gojek. Adapun tarif yang saya bayar yaitu, Rp.56.000. Setelah tiba di sana, saya langsung ke tempat pembelian tiket masuk, tarifnya itu 15.000. Setelah itu saya menuju area Monumen, saya rasa tidak terlalu buruk bepergian sendiri. Walaupun rasanya sepi tidak ada teman ngobrol, tapi semua itu terbayarkan dengan keindahan Monumen Bajra Sandhi. Oh iya, saya sempat meminta bantuan kepada pak satpam yang saat itu ikut mengantar saya ke dalam museum untuk memotret saya, karena saya benar-benar sendiri saat itu, hahaha. Bapaknya dengan senang hati memotret saya, sungguh benar-benar sangat ramah. Berikut foto yang saya abadikan.
Setelah beberapa lama berkeliling di luar sekitaran monumen, saya memutuskan untuk masuk ke dalam. Pertama kali masuk ke museum, saya sangat takjub dengan apa yang saya lihat di dalam, saya melihat sebuah tangga yang melingkar ke atas menuju puncak monumen. Sebelum naik kesana, saya memutuskan lebih dulu melihat-lihat sejarah tentang perjuangan rakyat bali yang ada di dalam museum.Â
Berikut beberapa foto dan video yang saya abadikan di dalam museum sejarah perjuangan rakyat Bali.
Setelah selesai melihat-lihat sejarah tentang perjuangan rakyat bali, saya memutskan untuk naik ke puncak monumen melewati tangga yang melingkar, rasanya cukup pusing setelah berjalan memutar naik ke atas. Sesampai di atas, saya dapat melihat semua pemandangan yang ada di bawah, pemandangannya terlihat sangat indah. Setelah puas berkeliling, saya memutuskan  kembali ke bawah untuk melihat-lihat tempat yang lain. Setelah kurang lebih dari 3 jam berada di Monument Bajra Sandhi, saya memutuskan untuk pulang ke penginapan karena saat itu waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Setelah tiba di penginapan, saya bersih-bersih dan kembali beristirahat.Â
Baiklah, rasanya untuk part ini sudah cukup yah. Saya akan melanjutkan cerita yang lainnya di part selanjutnya. Terimakasih :)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H