Analisis Kekuatan dan Kelemahan Lestadia
Lestadia didirikan oleh Lia Siregar pada Tahun 2014 dengan tagline "It's a Muslim clothing that everyone can wear it" merupakan bisnis yang berserk pada bidang fashion dengan coral batik yang khas.
Lestadia berhasil memasarkan produknya di Domestik maupun di ajang International, hal ini menarik namun kita dapat melihat lebih dalam dan membahas beberapa kekuatan yang dimiliki UMKM ini dan Kelemahan dari bisais mereka.
Kendala terbesar yang dimiliki UMKM ini damat dibagi menjadi 2, yakni:
1. Kendala SDM :
  - Kurang profesional
  - Kualitas pengerjaan yang berbeda-beda
  - Penjahit memiliki kesibukan rumah tangga
  - Kekurangan SDM
2. Kendala Produksi:
  - Tidak Rapi dan teliti
  - Demand yang terlalu besar
  - Trend yang berfluktuasi
Dibalik semua kelemahan itu terdapat kekuatan yang mendukung bisnis ini dalam menghadapi pasar luar negeri, Diantaranya:
1. Bahan yang berkualitas tinggi
2. Unik, setiap pengerjaan menuangkan karya dari pembuatnya
3. Memiliki Penjahit memiliki jam kerja tinggi
4. Memiliki baju standar internasional
5. Dapat melayani by Request
Namun dari segalanya itu, UMKM ini pastille memiliki peluang dan Andaman dari luar, untuk itu mari dukung produk unggulan UMKM Indonesia, Lestadia, yang telah berhasil memasarkan produknya di pasar domestik dan internasional dengan bahan berkualitas tinggi dan pengerjaan yang unik. Walaupun menghadapi kendala dalam SDM dan produksi, kita dapat membantu mereka dengan memberikan dukungan dan kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut.Â
Dengan membeli produk Lestadia, kita tidak hanya mendukung industri lokal, tetapi juga mendapatkan produk dengan standar internasional dan kemampuan untuk memenuhi permintaan khusus. Mari bersama-sama mendukung dan mempromosikan produk UMKM Indonesia yang berkualitas dan unik seperti Lestadia!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI