Hak dan kewajiban warga negara merupakan aspek fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak dan kewajiban saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. Kedua elemen ini memiliki signifikansi masing-masing dalam konteks negara kita. Hak dan kewajiban memang harus dijalankan secara seimbang.Â
Hak dan kewajiban akan dicapai secara seimbang jika setiap orang mempunyai kesadaran akan hak dan kewajibannya. Sayangnya, masih banyak warga yang tidak sepenuhnya memahami atau bahkan tidak menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara.Â
Keterbatasan kesadaran dan pengetahuan tentang hak dan kewajiban warga negara dapat menyebabkan masyarakat tidak memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai warga negara yang aktif dan berpartisipasi dalam proses demokrasi. Pemahaman yang baik tentang hak dan kewajiban ini sangat penting bagi masyarakat.Â
Dalam hal ini, salah satu cara efektif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan hak dan kewajiban warga negara adalah dengan pendekatan secara langsung, seperti kegiatan edukasi yang kami lakukan kepada masyarakat di sekitar Alun-Alun kota Malang.Â
Oleh karena itu, kami sekelompok Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang beranggotakan empat anggota kelompok, yaitu Febriani Nadhira Sanjaya, Nailla Djakiyah, Nasywa Faidah Shafa, dan Riska Imanunisa melakukan edukasi mengenai hak dan kewajiban warga negara melalui media poster berisikan materi hak dan kewajiban warga negara beserta QR soal pre test dan post test pada hari Selasa, 14 Mei 2024 di Alun-Alun kota Malang, (14/05/24). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memenuhi penugasan mata kuliah umum Pendidikan Kewarganegaraan yang diampu oleh Bapak Deny Wahyu Apriadi, S. Ant. M. A.
Sosialisasi seperti apa yang dilaksanakan?
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Mei 2024, di alun-alun Kota Malang yang terletak di jalan Merdeka Selatan, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan dimulai pada pukul 09.40 WIB dan berlangsung hingga 10.30 WIB. Alun-alun Kota Malang dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena tempat keramaian yang sering dikunjungi oleh berbagai lapisan masyarakat. Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sosialisasi meliputi Febriani Nadhira Sanjaya, Nailla Djakiyah, Nasywa Faidah Shafa, Riska Imanunisa, serta 10 responden dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga dewasa.
Proses pengumpulan data dimulai dengan observasi langsung terhadap aktivitas dan interaksi masyarakat di alun-alun. Setelah observasi, dibagikan poster berisi informasi mengenai hak dan kewajiban warga negara Indonesia, dirancang menarik dan informatif dengan gambar dan teks yang mudah dipahami. Poster ini bertujuan untuk menyebarkan edukasi tentang pentingnya pemahaman hak dan kewajiban sebagai warga negara. Setelah membagikan poster, responden diberikan dua kuesioner kepada responden yaitu pre test dan post test.Â
Kuesioner pre test bertujuan mengumpulkan data mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku responden sebelum mereka menerima informasi tambahan, sementara post test untuk mengukur perubahan setelah informasi diberikan. Kuesioner dirancang dengan pilihan ganda untuk memudahkan analisis dan memastikan kemudahan pengisian oleh responden. Selama proses pengisian kuesioner, responden diberikan bantuan jika diperlukan untuk memastikan jawaban yang akurat. Setelah pengisian selesai, data dikumpulkan dan diverifikasi kelengkapan serta keakuratannya.
Pemahaman Pengunjun Alun-Alun Kota Malang terhadap Hak dan Kewajiban
Responden yang didapatkan di lokasi sosialisa, yaitu Alun-Alun Kota Malang memiliki rentang usia yang beragam, yang mana umur 14 tahun merupakan responden terbanyak dengan rentang usia terbesarnya pada usia 53 tahun. Hal ini menunjukan beragamnya responden yang berada di lokasi Alun Alun Kota Malang. Responden yang ditemukan merupakan warga negara Indonesia, yang mana sudah seharusnya mengetahui hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Observer ingin mengetahui tingkat pemahaman responden terkait materi hak dan kewajiban sebagai Indonesia. Oleh karena itu observer memberikan pre test terlebih dahulu kepada responden untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku responden sebelum mendapatkan informasi tambahan mengenai hak dan kewajiban warga negara Indonesia.
Hasil menunjukkan, 90% responden merasa sudah melaksanakan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Namun, hanya 80% responden yang merasa hak sebagai warga negara Indonesia telah terpenuhi. Sehingga, terdapat 10% responden yang sudah melakukan kewajiban, tetapi haknya belum terpenuhi. Hal ini menjadi bukti bahwa terdapat ketidakseimbangan antara kewajiban dengan pemenuhan hak sebagai warga negara Indonesia. Padahal hak dan kewajiban yang seimbang akan sangat mengoptimalisasi jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal, selaras, sejahtera dan damai. Dengan demikian, pelaksanaan antara hak dan kewajiban harus dapat diwujudkan sesuai dengan konstitusi yaitu undang-undang 1945 dan pancasila.
Selain pengukuran pada tingkat implementasi, observer juga menguji tingkat pengetahuan responden dengan menyajikan 5 pertanyaan terkait materi hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia. Kuasa untuk menerima atau melakukan sesuatu yang mestinya kita terima dan orang lain tidak boleh merampasnya entah secara paksa atau tidak merupakan pengertian dari hak merupakan pertanyaan nomor 1 yang dapat dijawab benar sebelum diberikan penguatan adalah sebesar 20% dan setelah diberi penguatan menjadi 60%. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian penguatan materi berpengaruh terhadap pengetahuan responden.
"Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban. Salah satu kewajiban sebagai warga negara adalah" merupakan pertanyaan kedua dengan jawaban yang benar adalah menghormati hak asasi manusia. 50% responden dapat menjawab pertanyaan dengan benar, baik sebelum dan sesudah diberi penguatan. Hal ini juga terjadi pada pertanyaan kelima dengan pertanyaan "Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal berapa sampai berapa?" dan jawaban benarnya adalah "Pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945:, dimana tidak ada perubahan dari sebelum diberikannya penguatan materi, maupun sesudahnya. Hal ini dapat didasari bahwa responden sudah memiliki pemahaman terkait materi hak dan kewajiban, baik didapatkannya melalui pendidikan maupun sumber lainnya yang dibuktikan dari jawaban responden, dimana sebanyak 80% merasa sudah paham terkait materi hak dan kewajiban sebelum diberikan penguatan materi karena PKn merupakan pelajaran yang selalu diajarkan kepada peserta didik dimulai dari sejak dini.
"Wujud hubungan warga negara dengan negarannya berupa" merupakan pertanyaan ketiga dengan jawaban yang benar adalah "peranan". Terdapat perbedaan yang signifikan pada bagian pertanyaan ini, yang mana saat pretest hanya 40% responden yang menjawab benar, kemudian setelah penguatan materi, terdapat 70% responden yang menjawab benar. Berdasarkan perbedaan hasil pretest dan posttest yang mengarah positif mengindikasikan adanya pengaruh positif pada penguatan materi yang diberikan oleh observer. Begitupun pertanyaan nomor 4 "Agar tidak terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan, apa yang harus dilakukan anda sebagai warga negara Indonesia?" dengan jawaban yang benar adalah "Mendahulukan menjalankan kewajiban diatas mendapatkan hak" memiliki perubahan pada jawaban yang benar dari 60% menjadi 70%.
Pemberian penguatan materi dianggap membantu pada 60% responden dan sangat membantu pada 40% responden. 6 dari 10 responden terbukti mengalami peningkatan pemahaman sebesar 40% pada 5 responden dan 20% pada 1 responden. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya pengaruh pemberian penguatan materi hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia ke arah yang lebih baik.
Mayoritas responden merasa telah melaksanakan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, namun hanya sebagian yang merasa hak mereka telah terpenuhi, menunjukkan ketidakseimbangan antara kewajiban dan hak. Pre test dan post test yang dilakukan menunjukkan peningkatan pemahaman materi dengan persentase jawaban benar yang meningkat pada beberapa pertanyaan. Sosialisasi edukasi kewarganegaraan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H