Mohon tunggu...
Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Mohon Tunggu... Guru - Guru Matematika

Pengalaman mengajar mengajarkanku bahwa aku adalah murid yang masih harus banyak belajar

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sisingamangaraja XII (Arti Sebuah Pengorbanan Ayah kepada Putrinya)

16 Februari 2018   17:30 Diperbarui: 16 Februari 2018   17:41 2037
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hampir setiap malam sebelum tidur, ibu selalu bercerita kepada kami anak-anaknya. Selalu ada saja kisah yang ibu ceritakan kepada kami sebagai pengantar tidur. Seakan-akan tidak ada habisnya, seperti kasih sayangnya yang tak pernah habis sepanjang masa. Seperti sang surya menyinari dunia.

Kata ibu cerita-cerita itu sebagian didengarnya dari oppung ketika ibu masih kecil, sebagian lagi dari banyak buku yang dibaca ibu. Ibu sangat gemar membaca dan sering menyuruh kami meminjam buku cerita dari perpustakaan sekolah.

Buku-buku itu dibaca ibu satu persatu dan kenudian cerita-cerita dalam buku itulah yang sampaikan kepada kami. Tentu saja setiap cerita mempunyai pesan moral yang tinggi yang harus kami ingat. Ada tokoh berkarakter baik yang perlu diteladani dan ada juga yang tokoh berkarakter buruk yang tidak boleh ditiru 

Selain dongeng dan ada juga kisah nyata dari tokoh-tokoh terkenal. Mulai dari tokoh dunia hingga tokoh lokal yang berada atau berasal dari sekitar desa kami. Cerita-cerita dari Alkitab juga tidak pernah ketinggalan ibu sampaikan. Tentu saja semua cerita tersebut sangat bermakna, sarat pengajaran dan penuh dengan pesan moral yang sangat tinggi.

Setiap cerita yang ibu sampaikan sangat menarik perhatian kami. Cerita ibu seakan-akan nyata di depan kami. Cara ibu bercerita juga membuat kisah yang diceritakan seakan benar-benar hidup. Hal tersebut sering membuat emosi kami terbawa suasana.

Terkadang ada alur cerita membawa kami geram dan ingin marah dengan tokoh jahat yang keji. Tetapi ada juga tokoh lucu yang membuat kami tertawa dan yang paling sering adalah rasa sedih dari kisah kemanusiaan yang tak jarang membuat kami meneteskan air mata.

Salah satu cerita paling menarik dari sekian banyak cerita yang ibu sampaikan adalah tentang perjuangan pahlawan Raja SISINGAMANGARAJA XII melawan Belanda. 

Raja SISINGAMANGARAJA XII adalah seorang raja yang sangat bijaksana, sakti, sangat dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Kehebatan beliau dalam berperang dan kebal terhadap senjata tajam dan peluru yang telah melegenda membuat musuhnya kewalahan.

Ketika Belanda berusaha menguasai Tapanuli, Raja SISINGAMANGARAJA XII memimpin pasukannya untuk melakukan perlawanan. Maka pecahlah Perang Batak yang terkenal sangat lama, kira-kira 30 tahun (1878-1908).

Pasukan Sisingamangaraja XII yang tidak kunjung kalah membuat kerugian yang sangat besar di pihak Belanda. Mereka sangat marah dan geram ingin membunuh Sisingamangaraja XII tetapi tidak bisa. Belanda pun berusaha mencari kelemahan atau anti dari kesaktian Raja SISINGAMANGARAJA XII.

Bagian paling menarik dalam cerita ini adalah, akhirnya Belanda menemukan kelemahan Raja SISINGAMANGARAJA XII. Beliau tidak boleh kena darah. Di saat beliau kena darah, maka tawarkan semua kesaktian beliau, hilang tak berguna. Peluru dan senjata tajam dengan mudah akan melukai dan mencelakai beliau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun