Masyarakat Natuna perlu segera bangun dari tidurnya dan mendesak pemerintah untuk lebih serius membangun Natuna. Buat kebijakan-kebijakan yang konstruktif dan jauh dari deal-deal politik semata. Beri perhatian lebih kepada potensi-potensi maritim yang ada di Natuna. Bukankah Pemerintah Pusat sudah mendengungkan Poros Maritim Dunia??
Melalui tulisan ini jurnalis mengajak masyarakat Natuna untuk "Mari Kita ke Laut", jangan ingkari kodrat Natuna sebagai wilayah kepulauan.
Sebagian besar wilayah Indonesia adalah terdiri dari lautan dan memiliki potensi kelautan cukup besar, dengan potensi yang dimiliki tersebut seharusnya dapat sejahterakan kehidupan masyarakat nelayan yang menggantungkan hidup pada potensi kelautan (maritim) tersebut.Â
Namun kenyataannya, kehidupan masyarakat senantiasa dilanda kemiskinan, bahkan kehidupan nelayan sering diidentikkan dengan kemiskinan.
Tingkat kesejahteraan para pelaku perikanan (nelayan) pada saat ini masih di bawah sektor-sektor lain, termasuk sektor pertanian agraris. Nelayan (khususnya nelayan buruh dan nelayan tradisional) merupakan kelompok masyarakat yang dapat digolongkan sebagai lapisan sosial yang paling miskin diantara kelompok masyarakat lain di sektor pertanian.
Kita hidup hingga saat ini karena pendahulu kita mendapatkan rezeki dari laut. Beri kesempatan kepada pemimpin Natuna nantinya untuk lebih peduli dengan Laut.
Karakteristik masyarakat nelayan terbentuk mengikuti sifat dinamis sumberdaya yang digarapnya, sehingga untuk mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal, nelayan harus berpindah-pindah dan tak jarang resiko bertaruh nyawa tetap dilakoninya.
Selain itu, resiko usaha yang tinggi menyebabkan masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras dimana selalu diliputi oleh adanya ketidakpastian dalam menjalankan usahanya. Dukung pembangunan infrastruktur yang menyokong kegiatan kelautan salam Cinta kasih untuk Semesta Raya Negeri Natuna.Â
Terimakasih Persiden Joko Widodo dan Menhan RI Prabowo Subianto
Tersentak lamunanku berkata setelah membaca media masa Nasional yang tulisnya begini untuk Negeriku Natuna. Negeri ini merupakan rantauanku yang begitu berkesan.Â
Pulau Natuna aku dianugerahkan buah Cinta atas pernikahan dari seorang Wanita berasal dari Payakumbuh Sumatra Barat dimana Anak anak tumbuh besar disini Pulau Natuna aku mencintaimu Wahai Negeriku Natuna.Â