Mohon tunggu...
Rifqoh Roziah
Rifqoh Roziah Mohon Tunggu... mahasiswa -

masih dalam proses menjadi seseorang yang lebih baik

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Temanku Bayi Prematur

28 November 2016   13:07 Diperbarui: 28 November 2016   13:20 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kelahiran anak secara prematur bukanlah harapan bagi semua calon orang tua. Semua orang tua pasti menginginkan kelahiran bayinya dengan lancar dan tepat waktu. Namun apa jadinya apabila Allah berkehendak lain. Sang bayi lahir lebih awal sesuai perkiraan kelahirannya. Bayi prematur adalah kelahiran bayi sebelum pada waktunya. Kehamilan normal kurang lebih terjadi selama 40 minggu. Kelahiran bayi sebelum mencapai usia 37 minggu dapat dikatakan kelahiran bayi prematur.


Keadaan seperti itu terjadi pada teman saya, namanya Dia. Dia dahulu lahir prematur saat usia kandungannya mencapai 6 bulan atau sekitar 24 bulan. Saat saya tanya bagaimana keadaannya dahulu saat Dia lahir. Ukurannya sangat kecil hampir sama besarnya seperti hamster, keadaan matanya masih lengket belum bisa dibuka dan tidak memiliki bulu mata, dan telingganya juga masih dalam keadaan lengket. Setelah lahir Dia dirawat didalam inkubator selama beberapa bulan. Karena pengaturan suhu tubuhnya belum stabil dan mudah untuk kedinginan. Inkubator dapat menjaga suhu sebuah ruangan agar suhu tetap konstan dan stabil. Suhu inkubator juga dapat diatur sesuai dengan berat lahir atau usia kehamilan.


Kalau saya melihat keadaanya yang sekarang, saya sempat tidak percaya kalau dulunya Dia adalah bayi prematur bahkan prematur bukan prematur biasa yakni prematur 6 bulan. Saya sempat syok mendengarnya. Karena keadaannya yang sekarang adalah Dia menjadi sosok gadis yang sehat dan saya jarang melihat Dia sakit. Bahkan berat badan Dia tergolong wanita yang cukup berisi dan tidak kurus.


Saat saya tanya penyebab ibunya melahirkan Dia sebagai bayi prematur adalah karena pendarahan yang terjadi pada ibunya saat usia kehamilannya 24 minggu. Sehingga terpaksa dioperasi dan lahirlah temanku Dia. Saya yakin orang tua Dia adalah orang tua yang hebat. Yang bisa membesarkan, merawat Dia yang pada mulanya bayi yang sangat kecil hingga sekarang mbak Dia menjadi gadis yang sehat. Pasti tidak mudah merawat bayi prematur apalagi saat usianya 6 bulan.


Perawatan terhadap bayi prematur memerlukan perawatan yang maksimal. Selain itu bayi prematur pada umumnya rentan terhadap masalah kesehatan.


Peran orang tua sangat berpengaruh penting untuk menjadi penyemangat terbaik bagi sang buah hati.Dalam merawat bayi prematur orang tua memerlukan waktu dan kesabaran yang ekstra, terlebih lagi mengontrol emosional. Dan diperlukan keterampilan untuk menjalankan aksinya. Kebanyakan orang tua yang mengalami kondisi serupa akan memperoleh kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi kondisi seperti ini.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun