Mohon tunggu...
Rifqi Fauzi Ahmad
Rifqi Fauzi Ahmad Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Ngedit video

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Sultan - Pelajar IPS yang Mampu Menjuarai Berbagai Kompetisi Robotik Tingkat Nasional

22 Maret 2023   00:11 Diperbarui: 16 April 2023   16:05 378
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sultan Alaudin Rifqi Firmansyah Junaid

Robot dari Sultan selanjutnya yaitu BINA-JEK. Robot ini juga dibuat pada saat era covid-19. Robot ini berfungsi dalam membantu masyarakat dalam mengambil barang yang berada di swalayan untuk mendukung program pembatasan sosial saat pandemi COVID-19. Hal ini supaya tidak terjadi kerumunan di swalayan tersebut. pembuatan Robot ini Sultan bersama kakak kelasnya bernama Ahmad Irzaquz Zamzami. Sultan masih belajar dari kakak kelas yang lebih memahami tentang robotik terlebih dahulu dari Sultan. Robot BINA-JEK ini telah mengikuti berbagai kompetisi. BINA-JEK mengikuti kompetisi nasional dari kemenag yaitu MRC atau Madrasah Robot Competition yang diadakan oleh kemenag. Akan tetapi, robot ini tidak mampu untuk membuatnya bersaing dengan robot lainnya. robot ini tidak berhenti dan tetap dilakukan pengembangan.

Sultan melakukan pengembangan dengan menambahkan kamera pada robot tersebut untuk memudahkan penggunanya dalam mengambil barang belanjaan. Pengembangan ini mampu mendapat juara 2 pada perlombaan PNBRC atau Politeknik Negeri Bali Robot Competition. Akan tetapi, dalam kompetisi ini robot BINA-JEK tidak dibawakan oleh sultan, melainkan oleh adik kelasnya karena Sultan juga mengikuti kompetisi ini dengan robot yang lain. Robot tersebut adalah pengembangan dari F-Clean dengan perubahan nama menjadi Auto Clean. Penghargaan yang didapat Sultan dalam kompetisi ini tidak kalah membanggakan yaitu Sultan mendapatkan Juara 1 dalam kompetisi PNBRC 2021.

Sultan dalam mendapat juara 1 bersama tim yang berbeda dengan awal. Sultan Bersama Septika Rizmadhani dan Irma Ningtiyas membawa pengembangan dari robot F-Clean. Sultan hadir sebagai ketua dari temannya karena hak cipta pengembangan dipegang oleh Sultan. Pada akhirnya Sultan sepakat mengikuti hingga menjuarai kompetisi PNBRC 2021 dengan pengembangan robot F-Clean bernama Auto Clean.

Kompetisi PNBRC merupakan kompetisi yang diadakan oleh UKM robotik dari Politeknik Negeri Bali. Kompetisi ini setiap tahun diadakan oleh UKM tersebut. PNBRC (Politeknik Negeri Bali Robot Competition) merupakan sebuah kompetisi robotik tingkat nasional. Untuk sekarang ini, PNBRC memiliki 3 kategori yang dapat diikuti oleh peserta. Kategori tersebut yaitu Lomba Inovasi Karya Cipta Teknologi, Lomba Robot Line Follower, dan Lomba Sumobot.

Selama bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota kediri, Sultan tidak hanya berhenti disitu saja. Robot F-Clean pengembangannya tidak hanya Auto Clean saja, melainkan diikutkan pada kompetisi Barosan dengan nama C-IoT. Bersama tim yang sama dengan Auto Clean Sultan tetap mampu meraih juara 1 pada kompetisi Baronas. Secara fungsi masih sama dengan sebelumnya, namun terdapat fitur baru yaitu dapat berjalan secara otomatis sesuai waktu sholat.

Kompetisi baronas merupakan kompetisi robotik yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh nopember. Kompetisi robotik ini memiliki kategori sesuai tingkatannya. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), Sekolah Menengah Atas(SMA) dan untuk umum. kompetisi ini diadakan setiap tahun oleh mahasiswa Teknik elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Setelah selama setahun melakukan pengembangan pada robot yang sudah sultan buat, Sultan memiliki sebuah ide tentang robot baru yang akan ia buat. Sultan memikirkan gagasan yang berkaitan dengan petanian yang ada di Indonesia. Gagasan sultan ini diharapkan mampu membantu petani cabai. Sultan menemukan ini karena melihat dari lingkungan sekitar rumahnya yang banyak berprofesi sebagai petani cabai termasuk ayahnya. Berasal dari situlah Sultan menemukan gagasan yang brilliant.

Sultan menuangkan gagasan ini pada sebuah perlombaan yang mampu mengantarkan sultan mengenal robotik. Pada kesempatan Akademi Madrasah Digital 2021 Sultan kembali mengikutinya dengan ide gagasan tentang pertanian cabai. Kali ini Sultan masih tetap memakai tim yang sama seperti dengan F-Clean Sebelumnya di sebuah kompetisi yang sama yang diantaranya Sultan Alaudin Rifqi Junaid Firmansyah, Altanov Ken Arsya Ramadhan, Zulfani Nur Akmalia, Talitha Zarifah Anwar. Akan tetapi, kali ini sultan membawa wajah baru bernama Achmad Zea C Shiraath Dajullabib. Siswa ini Sultan ambil sebagai penggani dari kakak kelasnya yang harus fokus dalam belajar. Sultan memilih Zea karena Zea terkenal ahli dalam coding dan diharapkan mampu membantu dalam pembuatan sebuah robot.

Dengan kompetisi yang sama dengan sebelumnya, nyatanya Sultan mampu lolos dan terpilih untuk mengikuti X-Camp yang diadakan oleh XL -- Axiata yang bekerja sama dengan Kemenag. Gagasan Sultan ini menciptakan sebuh robot bernama Grow -- C. Robot Grow - C ini memiliki fungsi membantu para petani cabai dalam perawatan benih cabai sehingga siap ditanam. Kompetisi AMD di ikuti oleh seluruh Madrasah Aliyah dari seluruh Indonesia yang mana banyak ratusan gagasan dan ide menarik. Akan tetapi, Sultan mampu membuat gagasan dan ide yang mungkin menurut juri berbeda dan lebih menarik dari yang lain. Pada kesempatan kali ini, Sultan berperan sebagai ketua timnya. Berawal dari anggota tim bersama temannya, tapi sekarang menjadi ketua tim bagi temannya.

Robot Grow -- C menampilkan beberapa fitur yang menarik. Ketika tanah benih cabai kering, Sensor dapat mendeteksinya sehingga robot tersebut dapat menyiram secara otomatis pada benih cabai. Jadi para petani tidak perlu khawatir jika benih cabai lupa untuk diberi air. petani juga dapat memantau benih dan debit air yang tersisa pada robot melalui smartphone. Robot Grow -- C ini memakai accu motor sehingga memiliki kapasitas yang sedikit lebih besar dari baterai. Apabila accu habis, petani tidak perlu khawatir karena robot ini memakai panel surya dalam pengisian dayanya. Pemanfaat energi sinar matahari dapat menghemat biaya dalam penanaman bibit cabai yang unggul.

Sultan bersama Timnya mampu menciptakan sebuah karya robot baru. Cara berpikir kreatifnya mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi para petani benih cabai termasuk ayah sultan sendiri yang kesulitan dalam mencari benih cabai unggul. Pada kesempatan kompetisi Akademi Madrasah Digital Kali ini sultan bersama tim diharuskan untuk mempresentasikannya secara offline di Jakarta. Pada tahun sebelumnya pada tahun 2020 karena covid-19 sehingga presentasi produk robotiknya secara online. Akan  tetapi, pada AMD 2021 sultan bersama timnya harus membawa robot Grow -- C yang telah dibuat untuk dipresentasikan didepan jurinya langsung. Presentasi ini dilakukan pada 2022 karena memang terdapat tahap pelatihan yang harus dilewati peserta selama 8 bulan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun