Mohon tunggu...
Rifki Feriandi
Rifki Feriandi Mohon Tunggu... Relawan - Open minded, easy going,

telat daki.... telat jalan-jalan.... tapi enjoy the life sajah...

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Dia yang Membuat Nyaman, Selalu akan Menjadi Pilihan

4 September 2023   21:43 Diperbarui: 4 September 2023   21:50 322
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Petugas yang sangat membantu membuat aman dan nyaman | Dokpri

Bukankah dengan banyaknya petugas di sepanjang gerbong dan juga stasiun itu memberikan ketenangan dan rasa aman? Penumpang nyaman, kan? Pernah lihat bagaimana petugas mendampingi penumpang yang butuh bantuan: menggendong, mendorong kursi roda, memapah? Bukankah itu menunjukkan interasi sosial yang keren sekali. Melihat itu saja, kita merasa nyaman, kan? Atau bandingkan Stasiun Kebayoran Lama sekarang dengan jaman dahulu, ketika kebersihannya masih seadanya. Padahal sama-sama di lingkungan pasar, bukan?

Petugas yang sangat membantu membuat aman dan nyaman | Dokpri
Petugas yang sangat membantu membuat aman dan nyaman | Dokpri
  • Efisiensi dan kecepatan.

Apakah generasi sekarang mengerti arti kata "bersilang" dalam transportasi kereta? Kata yang dahulu akrab sekali di telinga para Anker -- anak kereta. Kata yang berarti di stasiun depan terjadi persilangan kereta. Arti lainnya: kereta sedang bergiliran masuk ke stasiun. Dan itu hanya berarti satu: kereta kita HARUS menunggu. Dan itu berarti: kita harus menyiapkan karangan bebas memberi alasan kepada atasan kenapa kita terlambat masuk kantor. Bukan itu saja deng. Kita jadi terkuras emosi. Apalagi jika semenit masih diam keretanya. Lima menit berlalu. Seperempat jam tidak ada tanda-tanda maju. Di sini kita berpacu dalam membuat keputusan: turun berganti moda transportasi atau menunggu. Entahlah, apakah seperti ini pula para jomblo menunggu datangnya jodoh.

Oh No!!!

Semua hal itu tidak terjadi lagi sekarang? Terjadi juga sih, jujur. Tapi kan untuk kasus-kasus khusus lah. Manusiawi. Tapi ya coba saja suatu saat cek deh jadwal kedatangan. Saya sendiri sampe kaget, ketika kereta beneran datang TEPAT waktu. Sampai gak percaya dan berguman "Kok kayak di Jepang sana".

Kenapa bisa terjadi perubahan seperti ini coba?

Ya wajar lah. Dulu relnya banyakan tunggal, sekarang sudah ganda. Ganda Badminton saja selalu juara, wajar dong kereta rel ganda juga juara. Eaaa. Ditambah lagi dengan perlintasan sebidang yang ditiadakan. Ganti fly over dong. Atau dibelokkan, seperti perempatan menuju Palmerah dari Komplek DPR. Artinya: kereta adalah raja. Uhuy.

RawaBuntu | Dokpri
RawaBuntu | Dokpri
  • Aksesibilitas

Seorang profesor, Graham Curie, katanya pernah berkata bahwa aksesibilitas itu akan meningkatkan rasa nyaman dalam transportasi publik termasuk kereta. Aksesibilitas bisa berarti gampang diakses. Contoh gampangnya adalah penambahan stasiun kereta. Itu Stasiun Jurangmangu kan dulu gak ada. Sekarang malah rame kan. Artinya penumpang diberi kenyamanan pilihan yang terdekat. Belum lagi sekarang berbagai stasiun kereta terknoneksi dengan transportasi publik lainnya. Stasiun Tanah Abang saja sekarang terhubung dengan berbagai jurusan Trans Jakarta.

Jangan lupa juga aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Sudah ada itu sekarang mah. Kadang kalo inget dulu itu ya gimana ya. Kebayang penyandang disabilitas tidak memiliki akses. Lah wong antara lantai kereta sama lantai stasiun saja kadang harus lompat. Dan lompatnya juga tinggi lagi. Laki-laki sih gampang karena pake celana panjang. Lah jangankan penyandang disabilitas, ibu-ibu saja kerepotan.

Satu hal lain sebagai impact dari aksesibilitas adalah: biaya transportasi lebih murah. Kalo sudah terkoneksi kan cuman bayar sedikit untuk TransJakarta dan KAI Commuter. Dua-duanya kan ongkosnya demikian terjangkau. Ngirit sekaleee kita.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun