menikmati senja di bentengÂ
aku melihat serdadu menawarkan senjataÂ
peluru-peluru berhamburanÂ
seorang penjaja kerak telor menawarkan jasaÂ
amis sungai memberitahuÂ
aku masih di pinggir MusiÂ
akan memindahkan ampera ke kameraÂ
saat itulah aku melihat gerai rambut tumbuh di perahuÂ
bau wangi mie merebus perut
kerling perempuan itu memaksa kamera ingin menangkapnya
aku lebih dulu mendekat
segelas kopi mengajariku menikmati senja
perempuan itu membaca syair di jakunku
tawaran itu muncul dengan bayangan dekil dan kasur kumal
seekor tungau menyadarkanku
bocah kecil merampok khayalku tentang bocah di rumah
"Mainan, Mang?" dia berharap.
kukancingkan kenyang di kantongnya
kataku, "Kau akan melihat dunia malam ini."
lima puluh ribu berpindah tangan
"Mainannya?"
tanya menggantung.
"Bagaimana tawarannya?"
perempuan itu merayu.
aku mendesah
mencoba memasukkan ampera ke dalam  kamera
sebelum gelap melukis tiangnya kemerahan
Ujung Kata, 1019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI