Namun jika mayoritas DPD 1 Golkar yang mendukung Aburizal Bakrie menolak untuk diselenggarakannya Munaslub, Maka sudah dapat dipastikan ini akan ikut merembet pula ke Munas rekonsiliasi yang sudah dijadwalkan akan digelar pada akhir Maret mendatang. Jika DPD 1 menolak diselenggarakannya Munaslub, maka bisa dikatakan kehancuran Golkar sudah tidak tertolong lagi atau lebih tepatnya akar-akar beringin sudah tercabut habis dari tanah tempat berdiri kokohnya Golkar sebelum konflik ini terjadi.
Belum lagi jika mendengar pernyataan Aburizal Bakrie yang menyebut bahwa : Kalau anda siap ambil resiko, saya tidak akan berkhianat. Maknanya sungguh mendalam yakni Aburizal menegaskan jika semua DPD 1 siap ambil resiko, Maka Aburizal akan tetap memegang teguh kursi Ketua Umum Golkar walaupun hanya versi Munas Bali. Dan makna yang lebih dalam lagi dari pernyataan tersebut adalah tak peduli Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla apalagi Golkar Munas Ancol, semua akan diabaikan oleh Aburizal Bakrie, ini terjadi jika DPD 1 siap menanggung resiko dari pernyataan bersayap Aburizal Bakrie tersebut. Namun apapun itu, jalan satu-satunya untuk mengakhiri dualisme kepengurusan Golkar adalah melalui jaan yang sudah dipilih oleh sesepuh Golkar yakni melalui Munas rekonsiliasi dengan JK sebagai Ketuanya.
Dan kini bola panasnya ada di JK, jika JK tak siap, Maka rencana Munas rekonsiliasi dengan tujuan menyelamatkan Golkar dari kematian secara politik akan sia-sia. Karena perlu diketahui bahwa suksesnya terselenggaranya Rapimnas Golkar 23-25 Januari adalah sebagai bukti dari Aburizal Bakrie kepada sesepuh Golkar bahwa ia sulit untuk dilawan dan dikalahkan. Dan satu kunci sukses bagi JK untuk mengakhiri segala permainan Ical selama ini adalah dengan bersatu padu dengan semua sesepuh Golkar dengan melakukan konsolidasi antar sesepuh yang tujuannya adalah agar Munas rekonsiliasi yang sudah dijadwalkan tersebut tidak digagalkan oleh Aburizal Bakrie dan Nurdin Halid serta konco-konconya yang lai. Konsolidasi antar sesepuh Golkar adalah harga mati bagi JK untuk membuktikan kecerdikannya kepada Aburizal Bakrie yang kini sudah memakai taktik tipuan dan rayuan dengan menyanjung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laloy dan Presiden Jokowi pada pidato politiknya saat pembukaan Rapimnas ilegal ala Aburizal Bakrie. Saat ini adalah saat yang tepat bagi JK untuk mengakhiri ujian yang diberikan Aburizal, karena jika JK tak menggalang kekuatan politik dengan sesepuh Golkar juga bersatu padu , Maka JK sudah gagal bermanuver cerdik akibat Aburizal yang sampai saat ini bisa dibilang sukses memotong jalan dengan bermain cantik.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI