Mohon tunggu...
Ricky Ferdi
Ricky Ferdi Mohon Tunggu... Administrasi - Pengamat Junio

hanya sekedar orang biasa yang butuh kasih sayang

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Catatan Masa Lalu

26 Februari 2019   13:11 Diperbarui: 26 Februari 2019   13:10 24
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saat kita menjalani pendidikan dari SMP, SMA bahkan kuliah ada jurusan sejarah. Terkadang menjadi pertanyaan kenapa kita mempelajari sejarah. Kalau dipikir-pikir kan itu sudah kejadian masa lalu dan saatnya menatap masa depan. 

Buat apa terus terjebak dengan masa lalu, lagian tiap era punya masanya sendiri. Tapi kayaknya ada alasan kenapa harus belajar sejarah, gampangnya buat pembelajaran ke depan. Dan hal ini bisa jadi pertimbangan dalam memilih Caleg tahun ini.

Gak terasa sedikit lagi pesta demokrasi paling akbar tahun ini. Pemilihan tahun ini terasa special diantaranya memilih calon legislative bersamaan dengan presiden, dan saatnya generasi muda memilih. 

Memilih Presiden hingga calon legislative perlu perhitungan. Masa iya kita harus pertaruhkan 5 tahun kita dengan memilih orang yang salah. Akhirnya gua sadar bahwa mempelajari sejarah itu penting. 

Bahkan catatan digital orang tersebut sangat penting. Karena bakal terlihat sebenarnya orang tersebut seperti apa. Buat apa memilih orang yang berbuat apa saja demi kekuasaan. 

Mending pilih orang atau partai yang memang bekerja untuk rakyat. Mereka itu digaji dari pajak kita, maka seharusnya mereka melayani masyarakat, bukan mereka yang menuntut dilayani masyarakat. 

Ya sama aja kita kayak mempertaruhkan seluruh harta kita yang orangnya malah dipake kepentingan orang lain. Iyalah semua pendapatan kita dipotong dari pajak, cukai dan lain-lain malah dikorupsi sama orang tersebut dipakai untuk hidup hedon mereka. 

Akhirnya ketika gue mau pilih caleg yang pasti gk mau mantan koruptor. Buat apa kita pilih yang jelas-jelas pernah pakai jerih payah kita.

Buat apa juga kita milih Partai yang jelas-jelas mendukung koruptor, kalau partai masih mendukung koruptor sama aja mereka mendukung adanya korupsi di Indonesia. Karena selama mereka mencalonkan sama aja mereka mendukung secara tidak langsung.

Masanya pembuktian apakah politik semakin ditinggalkan oleh generasi muda atau tidak. Tapi satu yang gua yakin bahwa kita semua harus milih dengan bijak. Jangan biarkan orang yang itu-itu aja terpilih terus. Perlu adanya regenerasi politik, dan jangan kasih kesempatan lagi yang sudah pernah ngerampok duit rakyat terpilih lagi. 

Percayalah bahwa politik itu tidak seperti yang kita bayangkan, kalau memang mau adanya perubahan kita harus cerdas memilih. Gua melihat harapan itu dibawa oleh NasDem dan Jokowi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun