Bagi kebanyakan orang, ini adalah fakta yang tidak menyenangkan, tapi tak bisa dihindari saat menyewa sebuah apartemen. Tentu, bernegoisasi harga sewa itu mungkin tidak masuk akal, tapi Anda tetap bisa mencoba tawar menawar dengan pemilik untuk mendapat harga yang lebih baik.
Meskipun mungkin terlihat seperti cerita, negosiasi harga sewa adalah hal yang nyata, dan dengan melakukannya secara benar Anda bisa menghemat ratusan, atau bahkan jutaan rupiah per tahun. Jika Anda menghadapi kenaikan sewa di apartemen, mengapa tidak mencobanya?
Hal terburuk yang bisa terjadi adalah pemilik mengatakan tidak, dan mereka tak akan pernah mengatakan ya jika Anda tidak bertanya. Jika Anda bisa membuktikan harga sewa terlalu tinggi, Anda bisa menegosiasikan pembayaran untuk sewa yang lebih rendah.
Gunakanstatistik
Mulailah dengan statistik terbaru tentang standar harga sewa. Lihatlah beberapa lokasi dan buat data sederhana, lihat apakah ada kenaikan. Lakukan perbandingan dengan beberapa lokasi di kota besar lain. Catat angka-angka ini dan gunakan acuan saat Anda berbicara dengan pemilik.
Anda bisa tanya pada penyewa lokal yang mungkin punya lebih banyak informasi terkini tentang lingkungan. Kelompok-kelompok ini mungkin juga bisa memberi saran untuk negosiasi harga sewa yang berlaku di wilayah ini.
Bertatap muka
Buatlah semacam diskusi dengan sopan, dan akan lebih jika Anda berada di ruangan yang sama. Jadwalkan waktu untuk berbicara dengan pemilik secara langsung. Saat Anda bertemu, mulailah percakapan dengan minta nasihat dari pemilik, jangan langsung menyatakan apa yang Anda inginkan.
Jika memungkinkan, mintalah nasihat tambahan untuk menentukan cara terbaik. Cari tahu apa yang dia inginkan dan lakukan sesuai dengan kebutuhannya. Dan tidak peduli apa yang terjadi, hindari membuat ancaman atau tuntutan apapun.
Jadilah realistis
Mintalah harga sewa yang realistis berdasarkan penelitian yang Anda lakukan dengan properti serupa di wilayah Anda. Jangan terlalu rendah, tapi mintalah sedikit lebih rendah dari target anggaran yang Anda punya dan biarkan tuan tanah menawar kembali.
Jika memungkinkan, Anda bisa mengajukan permintaan sewa dengan tawaran sewa untuk waktu yang lama, atau dengan membayar lebih sampai enam bulan di muka. Dengan begitu, bisa jadi pemilik akan berpikir dua kali untuk menolak Anda.
Tunjukkan Anda adalah penyewa yang baik
Beritahu pemilik bahwa Anda punya sejarah yang baik. Anda selalu membayar sewa tepat waktu, menjaga keuangan dalam kondisi baik, mampu mengajak penyewa baru, berkontribusi pada masyarakat, membantu tetangga, dan sebagainya.
Jika Anda mau menindaklanjuti, Anda bisa mencoba meningkatkan penawaran dengan menawarkan bantuan kepada pemilik untuk membantu menjaga tempat tersebut dengan imbalan uang sewa yang dikurangi.
Sarankan diskon
Pertimbangkan untuk meminta pengurangan sementara, yang bisa berlangsung selama tiga bulan pertama. Perjelas bahwa Anda sanggup membayar uang sewa ke tingkat sebelumnya. Tekankan bahwa diskon bisa memungkinkan Anda melunasi tagihan lain untuk menstabilkan keuangan Anda.
Ini bukan negosiasi yang mudah untuk dimenangkan. Keahlian tawar menawar bergantung pada permintaan Anda sebagai penyewa. Yakinkan pemilik bahwa tidak ada penyewa yang lebih baik daripada Anda, tentu dengan menunjukkan beberapa bukti.
Tunjukkan perbaikan yang dibutuhkan
Dengan bijaksana, tunjukkan sesuatu di unit Anda yang sudah aus dan tawarkan untuk memperbaiki atau mengganti sendiri dengan imbalan uang sewa dikurangi. Atau, sarankan untuk menurunkan biaya sewa dengan pengurangan fasilitas atau perabotan dalam hunian.
Jenis hunian tertentu kadang disewakan secara kosong. Jika Anda tak butuh perabot dan fasilitas lain, Anda bisa membicarakan untuk mendapatkan apartemen kosong. Memang, beberapa apartemen disewakan lengkap dengan fasilitas, dan sebagian lain tidak.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H