Mohon tunggu...
Riana Dewie
Riana Dewie Mohon Tunggu... Freelancer - Content Creator

Simple, Faithful dan Candid

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Kampung Ketandan dan Malioboro, Saksi Perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2018

9 Februari 2018   23:58 Diperbarui: 10 Februari 2018   00:12 6999
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Lampion dan nuansa merah, inilah yang selalu hadir di Kampung Ketandan Yogyakarta setiap tahunnya. Bukan tanpa sebab, ini karena Jogja kembali hadirkan eventmenarik yang sudah ditunggu banyak kalangan. PBTY (Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta), sebuah perayaan tahun baru Imlek yang secara rutin diadakan sejak 2005 hingga saat ini di kota Jogja. Nah, keseruan apa saja sih yang bisa dinikmati pada PBTY XIII (ke-13) tahun ini?

Jajanan ala-ala Tionghoa Terpampang Nyata

Sedikit cerita, beberapa tahun terakhir, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Kampung Ketandan saat perayaan tahun baru Imlek. Satu hal yang sangat identik dengan PBTY adalah kulinernya. Ini benar-benar melekat di kepala saya, karena di lorong jalan itu, Ketandan, dari ujung depan hingga ujung belakang dipenuhi oleh pedagang kuliner yang menjajakan aneka makanan khas tradisional Tionghoa. Boleh diabsen loh, disini ada bakcang, bakpao, kue keranjang, kue moci, dan aneka sajian mantab lainnya. Tentu saja, ini surga dunia bagi sayaaaa :D

sumber: IG @pekanbudayationghoayogyakarta
sumber: IG @pekanbudayationghoayogyakarta
Selain kuliner, ada pula gelaran budaya yang diadakan pada PBTY tahun ini. Diselenggarakan mulai 24 Februari hingga 2 Maret 2018, masyarakat akan dimanjakan dengan pagelaran kesenian di panggung utama, pameran budaya, wayang potehi, melukis boneka potehi, lomba chinese painting, lomba karaoke mandarin, costume contest, dance competition, band competition, jogja dragon festival, mandarin story telling, lomba shufa, lomba rao kou ling serta karnaval PBTY.

Tentu saja, berbagai lomba yang diadakan tak sekadar meramaikan imlek 2018 ini---lebih dari itu, peserta yang ikut berkompetisi tentu bisa memanfaatkannya sebagai ajang untuk mengasah bakat.

Baru : Wahana Taman Lampion dan Pagoda

Event ini biasanya diadakan selama 5 hari (1 pekan dalam hitungan kalender Jawa) terakhir masa perayaan Tahun Baru Imlek dengan puncaknya pada Cap Go Meh (Malam ke-15). Tapi khusus tahun 2018, event yang digarap oleh Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC) ini akan diselenggarakan lebih lama dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu selama 7 hari. Wihhh, mantab ya :D

Tak hanya durasinya yang diperpanjang, PBTY tahun ini juga dimeriahkan dengan 'sesuatu' yang sangat klasik untuk dinikmati, yaitu wahana Taman Lampion bernuansa Tiongkok---ini baru. Tentu saja, masyarakat yang hadir bisa melakukan selpih cantik sambil menikmati hiburan-hiburan menarik di tempat ini. Kebayang gak jika imlek tahun ini dipercantik dengan ornamen-ornamen khas negeri tirai bambu, pagoda misalnya? Tak hanya mimpi, silakan besok Anda menikmati semua wahana ini di Kampung Ketandan. Ahayyy :D

Atraksi Barongsai pada perayaan Cap Go Meh (Riana Dewie)
Atraksi Barongsai pada perayaan Cap Go Meh (Riana Dewie)
Workshop 'Wayang Potehi'

Ngomong-ngomong soal seni dan budaya, siapa yang kangen sama Wayang Potehi? Siap-siap ketemu do'i ya besok, dengan beragam 'ceramah'nya :D Jika setiap tahunnya Wayang Potehi mengangkat bermacam-macam cerita, di tahun ini sepertinya bakal beda. Dikemas dalam hiburan berbentuk workshop, masyarakat  justru akan diajak untuk mengenal lebih dekat tentang wayang berbentuk boneka ini---siapa saja tokohnya dan sejarah perkembangan wayang ini juga akan dikupas secara tuntas. Pertunjukan ini akan diadakan setiap hari selama eventberlangsung, dimulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Saat panitia PBTY melakukan audiensi tentang PBTY 2018 di depan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (sumber: FB TionghoaYogyakarta)
Saat panitia PBTY melakukan audiensi tentang PBTY 2018 di depan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (sumber: FB TionghoaYogyakarta)
Wah, sepertinya acara PBTY tahun 2018 ini asyik banget ya :D Tentu saja, mulai dari bazzar kuliner, produk-produk ala-ala Tiongkok hingga pertunjukan seni dan budaya akan memeriahkan event ini. Ohya, pagelaran budaya ini sudah mendapatkan restu dari 'bapaknya' warga Jogja loh, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada 5 Januari 2018 lalu. Wah, saya pribadi sih sudah gak sabar lihat keseruannya, apalagi pada perayaan puncaknya ada Cap Go Meh, dimana ini biasa diramaikan dengan atraksi seru puluhan barongsai dari berbagai daerah di sepanjang jalan Malioboro.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun