Hai sahabat pembaca!
Sudah tidak asing, kalau Rakyat menaruh harapan pada Pemimpinnya. Lha ini kok Pemimpin menaruh harapan kepada Rakyat? Seperti apakah gerangan?
Rakyat yang percaya pada kemampuan dan kuasa pemimpin untuk memimpin suatu negeri, maka timbullah harapan demi harapan. Seperti aku ingin hidup sejahtera, segala kebutuhan hidup terpenuhi, hidup penuh damai, bebas dari aksi kriminal dan kejahatan, pelayanan yang nyaman, cepat dan tepat, dan seterusnya, dan seterusnya, melalui munajat doanya disetiap selesai sembahyang.
Namun kalau Pemimpin yang menaruh harapan kepada rakyat? Yang seperti apa harapannya?
Kami sejatinya bercita-cita menjadi pemimpin bangsa dan negeri, maka Kami menaruh harapan besar kepada Rakyat, agar sama-sama mewujudkan peradaban yang luhur dan mulia, yang dipenuhi fokus pikiran kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan dan Harmoni Alam Raya, harapan keselamatan dan kebahagiaan kekal untuk seluruh dan sebagainya melalui munajat doa kami dan tindak kami sebagai pemimpin kelak.
Semua antara rakyat dan pemimpin dalam satu kesinambungan harmoni saling menguatkan. Semua memiliki hak dan kewajiban tersendiri dalam bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian Pemimpin dapat mewujudkan harapan rakyatnya, demikian Rakyat mewujudkan harapan pemimpinnya, indah sekali bukan?
Lantas bagaimana cara mewujudkan semua harapan itu?
Tentu kita merealisasikannya dengan penuh perjuangan dari setiap ucap harap kita bersama. Jika apa yang kita katakan dapat kita wujudkan berupa tindakan konkret, maka itulah jiwa kesatria yang sesungguhnya. Seperti janji-janji politik calon pemimpin yang saat berkampanye, mesti dipenuhi jika sudah berkuasa.
Seorang kesatria memiliki karakter yang mana setiap yang terucap pada lisan dan tulisnya, ia nyatakan dalam tindakan nyata. Demikian apa yang menjadi harapan rakyat ia nyatakan pula dalam tindakan nyata. Oleh karenanya kitapun selaku rakyat yang ia pimpin, tentu tergerak hati, jiwa dan raga agar sama-sama mewujudkan harapan kita melalui tindakan nyata, bukan omong kosong belaka.
Harapan yang dipanjatkan senantiasa niscaya membebaskan diri dari segala keputusasaan
Terbebas dari segala bentuk keputusasaan diantara pemimpin dan rakyat adalah kewajiban tiap manusia dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an surah Az-Zumar ayat 53.
Dengan harapan berlandaskan keinginan luhur, maka kehidupan muka bumi kan tetap ada. Para malaikat tersenyum penuh cinta dan sayang atas segala semangat perjuangan kita, demi saling memenuhi harapan diantara kita. Dengan kasihnya, Para Malaikat pun turut memelihara alam semesta tempat kita bernaung dari segala kehancuran.
Maka demi itu... penuhilah kehidupan bumi dengan harapan-harapan mulia melalui munajat doa kita semua. Semoga Allah mengabulkan, dan kita berbahagia selamanya. Amin Yra.
Contoh Konkret Harapan Pemimpin Besar
Mungkin sahabat pernah mendengar satu contoh harapan besar saat menjelang kematian dari Baginda Rasul Muhammad Saw. Apa yang beliau ucapkan saat maut menjemput?
Umatku... umatku... umatku...
Apa makna tersirat dan tersurat dari ucapan luhur dari baginda Rasul saat maut menjemput? Yakni keselamatan kita umat muslim saat menempuh perjalanan hidup dari muka bumi hingga kehidupan kekal akhirat kelak.
Sebagai Wasana Kata
Jadi... Apakah kita dapat mewujudkan harapan mulia dari Pemimpin kita? Dan apakah pemimpin kita sudah mewujudkan apa harapan-harapan mulia kita sebagai rakyat?
Jawaban tentu ada pada nurani kita masing-masing. Dan tentu dari setiap harapan mulia... mampu membangkitkan kesadaran kita sebagai makhluk-Nya yang mulia.
Cimahi, 4 Maret 2023.
Aa Rian untuk Kompasiana dan Warganya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI