Setelah belajar mengenai sejarah perkembangan internet, ada baiknya kita juga ikut memelajari sepak terjang media online tanah air. Ketika media online muncul di Indonesia, mereka mengalami jatuh bangun dalam mempertahankan eksistensi mereka. Bahkan beberapa media online terpaksa gulung tikar karena kebangkrutan.
Generasi I
Internet mulai hadir di hadapan masyarakat Indonesia pada tahun 1990an. Rahmat M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu Surya, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan pihak yang membangun jaringan komputer di Indonesia.
Dua media online lahir pada tahun 1996. Para wartawan Tempo yang terpaksa berhenti bekerja karena pembredelan media pada masa pemerintahan Soeharto membuat tempointeraktif.com. Tempointeraktif kini telah berganti menjadi www.tempo.co. Selain itu, Bisnis Indonesia juga merilis situs online-nya pada 2 September tahun 1996.
 Ada dua media lain yang meluncurkan situs online pada tahun 1997. Media pertama adalah Harian Waspada dari Sumatera Utara. Media online Harian Waspada yang memiliki domain www.waspada.co.id ini muncul pada 11 Juli 1997. Media berita Kompas dengan domain www.kompas.com lahir pada 22 Agustus 1997.
Media-media yang lahir pada generasi pertama di atas mempublikasikan berita-berita yang belum terlalu banyak seperti sekarang. Media tersebut juga belum memiliki orientasi bisnins karena internet belum menjadi sesuatu hal yang populer.
Media Online Otonom
Atas gagasan dari Budiono Darsono, Yayan Sopyan, Abdul Rahman dan Didi Nugrahadi, www.detik.com muncul di dunia online pada 9 Juli 1998. Detik.com menjadi pelopor dari media online yang otonom di Indonesia. Media online otonom adalah media online yang tidak dibayang-bayangi oleh media cetak yang ada sebelumnya.
Media online otonom ini mengenalkan prinsip berita online yaitu to the point dan running news. Tekanan waktu yang tidak panjang bagi para jurnalis online membuat prinsip ini terpaksa diberlakukan. Atas prinsip to the point, konten berita media online sering tidak lengkap. Prinsip running news meniru breaking news yang dilalukan CNN dan kantor berita asing. Prinsip ini memungkinkan berita online diproduksi dan didistribusikan ketika peristiwa yang diberitakan sedang terjadi.
Booming Dotcom
Sekitar tahun 2000, Indonesia terpengaruh booming dotcom yang melanda seluruh dunia. Situs-situs milik Indonesia mulai berjamur. Situs berita yang muncul di kala itu antara lain adalah astaga.com, satunet.com, lippostar.com, kopitime.com, dan berpolitik.com. situs-situs tersebut didanai oleh raksasa ekonomi dari dalam maupun luar negeri.
Mulai tahun 2002 hingga 2003, situs-situs tersebut mulai berguguran. Memang, kucuran negara dari para investor menolong kinerja dibalik situs tersebut. Sayangnya, hal tersebut tidak dibarengi oleh pertumbuhan bisnis yang baik. Satu per satu situs tersebut mengalami kebangkrutan.
Media-media online generasi pertama tidak mengalami kebangkrutan. Hal ini disebabkan oleh karena media tersebut masih ditopang media cetaknya. Media pelopor detik.com juga sempat mengalami krisis dan terpaksa memutuskan hubungan kerja beberapa pegawai. Namum detik.com masih bisa bertahan.
Masa Kebangkitan
Pada awal tahun 2003, Steve Christian dan rekannya meluncurkan situs www.kapanlagi.com. Peristiwa ini menjadi tanda kebangkitan dotcom di Indonesia.
Pada tahun 2007, MNC Group meluncurkan situs www.okezone.com. Tak lama kemudian, VIVA Group menerjunkan diri ke dunia online dengan membuat viva.co.id.
Situs-situs berita yang muncul satu per satu seperti di atas mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Situs mereka tampil makin atraktif, interaktif bagi para pembaca, dan muncul layanan blogging seperti Kompasianaini.
Sumber:Â
Media Online : Pembaca, Laba, dan Etika (Margianto dan Syaefullah)
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H