Sesuai dengan pengertian Branding yang berarti pencitraan agar suatu produk dapat menarik dan melekat dibenak konsumen.Â
Bisa juga disebut sebagai proses penciptaan persepsi yang kuat dan positif tentang perusahaan, produk atau layanan di benak konsumen.
Jika ditambahkan kata personal yang berkaitan erat dengan persona atau karakter berarti manusia sebagai subjek pencitraannya sementara orang lain diluar sana adalah sebagai objek atau sasaran dari pencitraan itu.
Itulah yang selama ini dilakukan Rangga Sasana, dengan atribut khas yang dia kenakan, dengan baret ala Jenderal dan setelan jas yang selalu rapi membalut tubuhnya itu merupakan sebagian kecil dari teknik personal branding yang dia gunakan.
Pakaian saja tidak cukup untuk membuat seseorang terlihat berpengaruh dan disegani. Rangga menyadari hal ini, maka dia pun mungkin belajar publik speaking, dan cara berbicara agar lebih meyakinkan.
Alhasil kita bisa menyaksikan sendiri bagaimana ketika dia berbicara menyampaikan gagasan dan opininya mengenai sejarah. Meski banyak orang menilai bahwa sejarah yang dia sampaikan terkesan ngawur, namun tidak ada sedikit pun keraguan dari dalam dirinya bahwa apa yang dia sampaikan itu keliru.
Coba perhatikan ketika dia tampil bicara ketika pertama kali diundang diacara ILC TV One, tidak ada satupun orang yang ada dipihak Rangga saat itu, hampir seisi ruangan meragukannya bahkan menertawakannya.
Namun hebatnya dia tetap "santai", yakin dan nyaman dengan dirinya sendiri ketika menyampaikan pendapat yang dia miliki. Rangga punya mental sekaligus keyakinan yang kuat terhadap dirinya sendiri yang menyebabkan orang lain justru terkesima dan terinfluence dengan apa yang dikatakannya.
Inilah rahasianya, yakni bukan apa yang anda sampaikan melainkan bagaimana cara anda menyampaikannya.
Tak peduli seberapa canggih gagasan dan seberapa mencengangkannya fakta yang kita miliki, jika tidak disampaikan dengan baik maka akan sangat sulit diterima oleh orang lain atau audiens.
Jadi yang terpenting itu sebenarnya cara menyampaikannya. Bukan apa konten yang disampaikan.