Perlu diketahui, selingkuh itu ada dua jenis. Ada yang namanya selingkuh hati dan ada yang namanya selingkuh fisik.
Saya tidak tahu dalam kasus GA ini apakah dia hanya selingkuh fisik dengan sodara MYD itu atau juga sudah selingkuh hati. Yang pasti, lambat laun apabila terjadi eskalasi kedekatan dan keintiman, kedua jenis perselingkuhan itu pasti akan terjadi.
Awalnya mungkin baru selingkuh hati, baru sekedar ngasih perhatian, baru mulai sayang-sayangan, baru terjadi kontak batin, tapi lama kelamaan, eskpresi dari romantisme hati itu bisa berujung ke hubungan fisik. Dari hanya sekadar pegangan tangan, terus lama-lama cium pipi, cium kening dan terus meningkat sampai akhirnya titik-titik.
Sebagai seorang pria, tentu saya merasa ikut prihatin dan sedih mendengar kabar perselingkuhan GA dan MYD ini, apalagi jika saya ada di posisi GM sebagai pria yang diselingkuhi. Rasanya pasti campur aduk, sedih, kecewa, marah, secara bersamaan.
Saya tahu bagaimana rasanya dikhianati, meski itu hanya terjadi dulu ketika saya masih menjalin cinta monyet dan sekarang kalau ngeliat mantan saya itu jadi bisa-biasa saja tidak deg-degan seperti dulu lagi, tapi diduakan dan diselingkuhi itu memang benar-benar sakit.
Apalagi bagi kami sebagai pria (kebanyakan), perselingkuhan fisik adalah kesalahan yang tidak bisa ditolerir. Pria masih bisa menerima kalau pasangannya hanya berselingkuh hati, tapi kalau sudah berselingkuh fisik, pria bahkan bisa marah besar dan akan sangat berat untuk mema'afkan kesalahan pasangannya itu.Â
Saya yakin anda setuju dengan statement saya ini, karena pengetahuan ini juga saya dapat menurut survei dan penelitian yang pernah saya baca.
Bedanya, kalau pria masih bisa mentolerir pasangannya kalau hanya selingkuh hati, tapi tidak menerima kalau sudah selingkuh fisik, sebaliknya, wanita tidak menerima kalau pasangannya selingkuh hati, hatinya diduakan, tapi masih bisa mentolerir pasangannya kalau hanya selingkuh fisik.
Perselingkuhan memang topik yang paling panas untuk dibicarakan dalam urusan romansa, tapi bagaimanapun ada hikmah yang bisa kita ambil dari kasus perselingkuhan yang menghebohkan ini.Â
Saya ingin sedikit mengubah kalimat quotes manis itu menjadi seperti ini, "Menikahlah dengan orang yang kalau ada masalah dia larinya ke Tuhan, bukan ke orang lain."