Mohon tunggu...
Retno Endrastuti (IBUN ENOK)
Retno Endrastuti (IBUN ENOK) Mohon Tunggu... Human Resources - Diary of Mind

Menyukai tulisan2 ringan dengan topik psikologi populer, perencanaan kota dan daerah, kuliner, handycraft, gardening, travelling...terutama yang kekinian

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Refleksi Hari Remaja Internasional: Perilaku Seks dan Remaja Zaman Now

15 Agustus 2024   05:00 Diperbarui: 16 Agustus 2024   04:48 326
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Hari Remaja Internasional (Sumber Gambar: rri.co.id)

Pengaruh bacaan manga atau komik  genre dewasa pun sejak dulu mudah sekali diakses. Kalau dulu dalam bentuk komik cetak, sekarang dalam bentuk media online. 

Film anime banyak genre-nya, ternyata tidak hanya tentang cerita-cerita lucu khas anak-anak. Bahkan anime rating 13 + pun tersedia bebas. Mirisnya banyak anime-anime yang inti ceritanya seputar incest, pergaulan sesama jenis dan semacamnya. 

Pengaruh-pengaruh tersebut di atas dapat menjadi pisau bermata dua jika tidak dibarengi dengan penyediaan informasi yang benar dan tepat tentang seksualitas bagi remaja.  

Masa remaja jika dilihat dari aspek perkembangan juga merupakan masa peralihan dari masa anak ke dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, emosi, dan psikis. Salah satu ciri dalam kehidupan remaja adalah adanya perasaan mencintai dan dicintai oleh orang lain serta munculnya ketertarikan antar lawan jenis. 

Ditambah lagi, kondisi psikologis yang impulsif yang merupakan ciri umum yang muncul pada fase remaja menjadikan remaja semakin cepat terpengaruh dan menyebabkan munculnya permasalahan perilaku seks beresiko. 

Urgensi Pendidikan Seks dan Program Pendampingan Remaja

Sejumlah hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara perilaku seksual dengan pengetahuan remaja mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi. Survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa masih banyak remaja Indonesia yang belum memahami kesehatan reproduksi. 

Sebagai contoh informasi mengenai masa subur perempuan, hanya sepertiga dari total remaja usia 10-24 tahun yang pernah mendengarnya, dan hanya 13% di antaranya yang mengetahui secara tepat kapan masa subur terjadi. Hanya 4 dari 10 remaja yang mengetahui bahwa seorang perempuan bisa hamil meskipun hanya sekali berhubungan seksual. 

Sedangkan berkaitan dengan penyakit infeksi menular seksual, hanya 61% remaja pernah mendengar mengenai HIV dan AIDS dan 34% pernah mendengar tentang penyakit seksual lainnya (cis.bkkbn.go.id).

Berdasarkan situs yang dilansir kemekopmk.go.id menyebutkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 (dilakukan per 5 tahun) mengungkapkan, sekitar 2% remaja wanita usia 15-24 tahun dan 8% remaja pria di usia yang sama mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dan 11% diantaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. 

Di antara wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual pra nikah 59% wanita dan 74% pria melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada umur 15-19 tahun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun