Selain itu bank sampah yang dikelola dan dikembangkan bersama juga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi dan bencana.
Dimotori oleh Isna Mansuroh, kreativitas warga terwujud dalam bentuk burung merak dari kaleng bekas. Tak hanya dipasarkan di dalam negri Burung merak kaleng bekas ini bahkan di ekspor ke luar negri dengan harga cukup tinggi, per buahnya mencapai Rp 300.000.
Adanya bank sampah, pembuatan ecoenzym dan kerajinan burung merak ini adalah pelaksanaan pilar lingkungan yang memberi dampak yang signifikan terhadap pilar kewirausahaan. Padahal para penggiat KBA ini tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga berusaha keras untuk mewujudkan pilar- pilar lainnya. Berikut ini informasi lebih lengkapnya.
Pilar lingkungan dengan memberdayakan bank sampah yang dikelola para penggiat KBA. Setiap kali warga memilah dan kemudian meyetorkan sampah ke bank sampah maka mereka akan mendapatkan kompensasi berupa uang. Sampah anorganik yang tidak laku dijual juga bisa disulap menjadi barang yang lebih bermanfaat. Dari plastik-plastik tersebut ada yang diubah menjadi ecobrick dan ada yang berubah menjadi corblock. Penggunaan corblock dalam pendirian bangunan dapat menghemat penggunaan pasir dan batu.
Selain itu dibentuk pula kelompok tani bagi para laki-laki dengan nama Kelompok Tani "Rukun" dan Kelompok Wanita Tani Bunda Mandiri yang kompak menanam sayur-mayur dimana pada panen
perdana mereka sebagian sayur mayur dibagikan kepada warga sebagai salah satu upaya peningkatan gizi masyarakat.
Tak hanya menanam sayur, berbagai kegiatan dilakukan oleh kelompok Wanita Tani Bunda Mandiri ini seperti pelatihan pembuatan tepung mocaf, kerupuk ikan lele dan tas rajut.
Pilar kesehatan diwujudkan dalam pembinaan dan bantuan terhadap posyandu balita Agung Lestari III dan yang berada di wilayah Banyunganti Kidul. Begitu juga dengan Posyandu Lansia Lestari yang tak luput dari perhatian. Para warga senior ini mendapatkan pelayanan kesehatan berupa
pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama dan konsultasi gratis. Selain itu juga tersedia Puskesmas Keliling yang melayani masyarakat.
Sedangkan pilar pendidikan di salurkan melalui kegiatan bersama PAUD Agung Lestari III, Kelompok Taman Bacaan Masyarakat Baitul Ummah, Taman Pendidikan Al-Quran, dan Kelompok Pengajian Ibu- Ibu. Dalam bidang kebudayaan, dusun ini memiliki kelompok sholawatan yang bernama Kanzuz Salam dan kegiatan budaya Tawu Sendhang.