Mengutip dari perwara.com, makna dari nama bunga wijaya kusuma ini sendiri mengandung arti yang dalam yaitu Wit (pohon) membikin tegak itu adalah bunga, mengandung artinya watak orang yang teguh, bermanfaat dan berguna bagi umat manusia.Â
Sementara Wi, mengandung arti menguasai segala ilmu, ilmu tata lahir dan batin . Sedang Jaya berarti menang, ibarat unggul tanpa ngasorake, teguh tanpa meremehkan, asih tanpa pamrih.Â
Kusuma dalam catatan Kraton Jawa (JPO) disebut sebagai tedhak turuning Ratu, maha ambeg utama berbudi luhur, pepindhaning rembesing madu maksudnya adalah bahwa sebagai keturunan seorang raja harus memiliki watak utama, berbudi luhur, ibarat sari dari madu.
Secara singkat biasanya dapat di artikan, Wijaya mempunyai makna kemenangan dan kusuma bermakna tegak. Sehingga diartikan sebagai suatu kemenangan yang mutlak dan dimiliki oleh seorang raja.
Dalam budaya keraton Yogyakarta dan Surakarta. Calon raja yang akan naik tahta diharuskan memetik bunga wijaya kusuma yang mekar. Raja yang berhasil mendapatkannya diyakini akan membawa kejayaan bagi kerajaan yang dipimpin kelak.Â
Dipastikan ia adalah seorang yang mentalnya tergembleng dengan baik. Sebab untuk dapat memetik bunga Wijayakusuma dalam keadaan mekar, seseorang harus memiliki kesabaran tinggi. Bunga wijaya Kusuma hanya akan mekar sesaat dan waktunya pada malam hari saja.
Baca juga : Bunga Wijayakusuma, The Queen of Night
Dan mekarnya kelopak bunga misterius ini tidak dapat diperkirakan waktunya. Belum tentu dalam setahun bunga ini akan mekar. Maka, seorang raja yang berhasil memetik bunga ini, berarti dia telah melewati penantian yang panjang dengan penuh kesabaran dan perjuangan yang berat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H