Air Mata di Balik Topeng Senyuman
Di balik lengkung bibir yang kuukir indah,
Ada cerita yang enggan terungkap.
Topeng senyuman, perisai rapuh,
Menutupi luka, menahan keluh.
Mata berbinar seolah tanpa beban,
Namun di sudut terdalam, air mata tertahan.
Mengalir diam-diam, meretas duka,
Menggugurkan rindu yang tak bersuara.
Kepada siapa kisah ini kubagi?
Saat dunia hanya peduli ilusi.
Senyumku dipuja, tangisku terlupa,
Seakan bahagia adalah harga.
Namun aku bertahan dalam kesendirian,
Merangkai harap di tengah kepedihan.
Sebab kutahu, di balik awan kelabu,
Ada cahaya menunggu aku.
Biarkan air mata menjadi hujan,
Membasuh hati yang terkurung zaman.
Dan topeng ini, biar jadi kenangan,
Saat kutemukan cinta yang tak beralasan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI