Lalu, strategi meraih suara Swing Voter seperti apa?
Sebagai kelompok abu-abu, saya membayangkan di debat terakhir nanti konsep debat yang dikemas adalah mengupas tuntas program Nawacita Pak Jokowi, dan secara bersamaan Timses Prabowo juga memiliki program tertentu (Namanya bisa apa saja).Â
Sesi pertama misalnya setiap progam Nawacita tersebut dibahas, dan tim penantang menyampaikan argumentasinya dan ini kesempatan bagi kedua paslon untuk menunjukkan kedalaman atau penguasaan di atas kertas keduanya tentang permasalahan bangsa. Saya kasih contoh, Timses Jokowi jangan hanya berkutat soal retorika "saya sudah bangun jalan tol, bendungan, irigasi dan proyek-proyek infrastruktur lainnya".Â
Pernyataan-pernyataan ini justru perlu dilanjutkan dengan penjelasan "dengan dibangunnya jalan tol di lokasi A yang menghubungkan kota A dan B hingga C, maka pertumbuhan ekonomi di ketiga daerah tersebut, berikut data-data pendukungnya."Â
Lalu kubu penantang misalnya menyanggah dengan argumen atau bantahan lain, misal dari sekian program Nawacita Pak Jokowi hanya ...% yang berhasil, didukung data (yang bisa dipertanggungjawabkan, atau menggunakan sumber data yang sama).Â
Pada akhir debat saya juga membayangkan kubu Prabowo bisa menyuguhkan kejutan nama program yang sudah bulat dan dibahas bersama timsesnya, bahwa inilah program yang menjadi solusi atas kelemahan-kelemahan program Nawacita. Sebaliknya timses Jokowi bisa mengusung nama program baru mengganti Nawacita atau tetap dengan nama Nawacita tapi dengan pembenahan di sana sini, misalnya.
Jika seandainya debat terakhir akan dibuat seperti itu, maka saya rasa para swing voter ini pasti sudah bisa menentukan pilihan, mereka pasti susah dijejali lagi dengan iming-iming oknum yang ingin bermain curang karena mereka tahu lelahnya proses menentukan pilihan.Â
Debat terakhir yang konstruktif, mendalam dan cerdas saya pikir akan menjadi senjata ampuh bagi kelompok-kelompok atau oknum yang mencoba melakukan serangan-serangan curang menjelang pencoblosan.Â
Karena kita percaya sebaik-baiknya pilihan adalah yang berasal dari hati, dan membiarkan otak yang memutuskan.
Jadi sudah siapkah timses Anda menggaet para swing voter?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI