Meski sabtu lalu Bolang masih survey, saya mulai berkaca diri. Hidup saya jauh lebih beruntung. Saya masih lalai untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Adik laki-laki saya satu-satunya pun dijuluki anak botol karena lahir premature 7 bulang. Beruntung sekali adik saya lahir normal dan tak kurang apapun. Dia justru sangat aktif dan memiliki prestasi yang cukup membanggakan. Duh Tuhan, malu rasanya jika masih lalai akan semua perintah sedangkan hidup saya sangat jauh lebih baik dari keluarga Dede. Hal lain yang membuat saya mengucap syukur, saya berada dalam komunitas yang positif. Keluarga kedua saya, Bolang, bagai sekolah kedua juga bagi saya. Dari komunitas ini saya belajar jadi manusia, saya terkadang terlalu banyak meminta dan menerima namun terkadang lupa untuk memberi dan melihat sekitar.
Malang, siang jari di penghujung Agustus
*Jika ada yang berminat membantu Dede bisa langsung membeli buku Mak Renta dengan menghubungi Mbak Desol atau anggota Bolang yang lain. Â Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H