Perempuan dan sepasang mata yang hanya punya satu musim,menangisi biduk yg karam sebelum labuh
Lewat tangannya membasuh tepian kenang dengan air garam..pedih!!
Lugu menari nari di atas sajak yg terpahat pilu,bertunas,bercabang di pohon pohon pengharapan tentang sebuah awalan dan kemustahilan
Berkawan dengan kebisuan yg gaib,demikian perempuan itu terkurung dalam doa doa yg rawan tentang sebuah asa dalam satu ingatan yg berbahaya
Dalam pasrah yg gelisah seakan lelah merengek membujuk Tuhan
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI