Pentingnya Menghidupkan Kembali Pemikiran Nursi di Era Sekulerisme Kontemporer
Di tengah gempuran sekulerisme dan materialisme yang semakin menguat di banyak negara Muslim, termasuk Turki, pemikiran Badiuzzaman Sa'id Nursi dan karya-karya monumental seperti Risalah An-Nur sangat relevan untuk dihidupkan kembali. Saat ini, banyak umat Islam yang menghadapi kesulitan dalam menavigasi antara modernitas dan tradisi. Nursi mengajarkan kita untuk tidak melihat kedua hal tersebut sebagai sesuatu yang bertentangan, tetapi sebagai dua sisi dari satu kebenaran yang lebih besar.
Sekulerisme yang semakin mendalam dalam masyarakat modern sering kali berusaha menggantikan agama dengan rasionalitas murni dan materialisme, yang mengabaikan dimensi spiritual dan moral. Dalam konteks ini, pemikiran Nursi tentang keselarasan antara agama dan ilmu sangatlah penting, karena memberikan dasar yang kuat untuk mengembalikan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang semakin cenderung materialistik.
Selain itu, Risalah An-Nur menawarkan solusi praktis untuk menghidupkan kembali ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang tidak hanya terbatas pada aspek ibadah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan politik. Inilah yang dibutuhkan oleh dunia Muslim di tengah tantangan modernitas saat ini: sebuah gerakan yang mengembalikan umat Islam kepada esensi ajaran agamanya, sambil tetap membuka ruang untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi.
Sebagai penutup, Badiuzzaman Sa'id Nursi dengan Risalah An-Nur memberikan kita sebuah model intelektual dan spiritual yang dapat kita adopsi dalam menghadapi sekulerisme di dunia modern. Pemikirannya mengingatkan kita bahwa Islam bukan hanya sebuah ajaran agama, tetapi juga cara hidup yang lengkap yang mampu menjawab tantangan zaman dengan penuh kebijaksanaan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H