4. Persepsi Hambatan (Perceived Barriers)
Hambatan seperti kurangnya pemahaman atau bahasa medis yang terlalu kompleks dapat menjadi penghalang bagi seseorang dalam mengambil langkah kesehatan yang disarankan. Artikel ini menyoroti bahwa penggunaan istilah medis yang sulit dipahami dapat menyulitkan pasien dalam mengikuti instruksi medis. Untuk mengatasi hambatan ini, tenaga kesehatan perlu menyederhanakan bahasa dan memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami oleh pasien.
5. Isyarat untuk Bertindak (Cue to Action)
Menurut HBM, isyarat untuk bertindak bisa berasal dari informasi di media, tenaga kesehatan, atau kejadian tertentu yang memotivasi individu untuk melakukan pencegahan.Â
Artikel ini menjelaskan bahwa kampanye kesehatan di media massa dapat berfungsi sebagai cue to action untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Komunikasi yang konsisten dan mudah diakses ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mulai melakukan tindakan preventif.
6. Keyakinan Diri (Self-Efficacy)
Keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk melakukan tindakan kesehatan juga menjadi elemen kunci dalam HBM. Artikel ini menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan sosial dalam meningkatkan rasa percaya diri pasien untuk menjalankan terapi atau mengadopsi gaya hidup sehat.Â
Ketika seseorang merasa mampu untuk mengambil tindakan kesehatan yang diperlukan dan mendapat dukungan dari keluarga, peluang keberhasilan untuk mempertahankan perilaku sehat akan lebih tinggi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H