Andaikata Kompasiana memberi gelar itu kepada bukan Kompasianer bisa dibilang fatal, bubarin aja Kompasiana...ha...ha..... Penulis berbasis di web itu tidak hanya Kompasianer tapi ada juga content writer dan blogger, bahkan penulis buku. Tapi kalau yang bukan Kompasianer yang dipilih ya memang kebangetan.
2. Memiliki Verifikasi Centang Biru
Menurut Daku ini syarat selanjutnya yang dijadikan patokan administratif Kompasianer Of The Year oleh Kompasiana yaitu terverifikasi.Â
Centang biru (terverifikasi) dibuat salah-satunya untuk memverifikasi seorang kompasianer salah-satunya dengan data diri, baik identitas, akun sosial media (menggunakan nama asli). Kalau belum terverifikasi bisa jadi Kompasianer tersebut menggunakan nama pena.
Kompasiana menyebutkan Kompasianer yang memperoleh label verifikasi ini (Centang Biru) adalah user atau pemilik akun yang aktif dan memiliki konsistensi (100 konten dengan 20 % Artikel Utama).
Selain itu Kompasianer ini turut membangun interaksi yang positif di Kompasiana, dan terbukti dapat mempertanggungjawabkan setiap tulisannya di Kompasiana (tidak melanggar syarat dan ketentuan).
Saat ini centang hijau sudah ditiadakan, jadi sudah pasti peraih gelar Kompasianer Of The Year adalah pemilik verifikasi centang biru. Bila seorang Kompasianer belum verifikasi centang biru berarti berapa syarat tidak terpenuhi mendapatkan label ini.
3. Kontribusi dan Konsistensi BerKompasiana
Daku masih terngiang seorang saat seorang wanita hijab bertubuh sintal yang menjadi Master Of ceremony (MC) di acara Kompasianival 2022 menyebutkan Kompasianer of The Year ini  merupakan sosok yang konsisten berkomunitas dan mengikuti event, serta keaktifan menulis yang menjadi kriteria terpenting untuk Kompasianer dalam pencapaian tertinggi.