Lewat sentuhan tangan-tangan kreatif, benda-benda yang sudah terlihat using dan tidak terpakai lagi bisa berubah menjadi sebuah aksesoris trendy. Mulai dari kaleng bekas, kain bekas hingga kertas recycle. Namun pernahkah Anda memikirkan untuk membuat aksesoris dengan menggunakan sabuk pengaman? Sepasang suami istri di Harveys telah membuat aksesoris fashion yang funky dan trendy dengan menggunakan seatbelt selama kurun waktu dua dekade.
Tas berjuluk The Bambo Stella Hobo misalnya, menggunakan material bambu pada gagang dengan padanan seatbelt yang dilengkapi dengan magnet sebagai penutup. Sementara Spangle Seatbeltstrap Tote terbuat dari bahan kanvas dengan motif bendera Amerika dengan torehan kata “Built in the USA.” Kedua pegangan di bagian atasnya terbuat dari seatbelt yang cukup nyaman di tangan, siku atau bahkan pundak. Nah yang terakhir adalah bantal yang juga terbuat dari seatbelt yang cocok sebagai padanan sofa Anda.
Tidak mau kalah dengan Harvey’s, perusahaan Kanada bernama U.S.E.D (Unlimited Supplies from Everyone’s Discards), juga menggunakan material yang sama yang dikumpulkan dari junkyard. Seatbelt bekas tersebut digunakan untuk membuathand bags, bags, backpacks, messenger bags, tote dan aksesoris lainnya. Tujuannya adalah menggunakan limbah untuk mengedukasi public dengan membuat memfungsikan dan membuat poduk tersebut menjadi menyenangkan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H