Mohon tunggu...
Raja Lubis
Raja Lubis Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja Teks Komersial

Pecinta Musik dan Film Indonesia yang bercita-cita menjadi jurnalis dan entertainer namun malah tersesat di dunia informatika dan kini malah bekerja di perbankan. Ngeblog di rajalubis.com / rajasinema.com

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Perang Bintang Caleg Dapil Jabar I, Siapa Lolos ke Senayan?

18 Januari 2024   15:45 Diperbarui: 27 Januari 2024   10:26 834
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Baliho calon anggota legislatif sobek di Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2024). (KOMPAS/AGUS SUSANTO)

Kebanyakan pemilih fokus pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Padahal tanggal 14 Februari 2024 nanti, kita juga akan memilih calon legislatif (caleg) yang akan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat baik tingkat nasional (DPR RI), tingkat provinsi, maupun tingkat kabupaten/kota. Terakhir ada juga DPD (Dewan Perwakilan Daerah) yang saya sendiri nggak terlalu tahu fungsinya apa.

Sehingga aktivitas mencermati riwayat para caleg juga nggak kalah menarik dari mencermati profil para capres dan cawapres. Apalagi kehadiran para selebritis terkenal yang setiap pemilu ada saja yang ikut nyaleg. Mulai dari pelawak, penyanyi, aktor, musisi, presenter, hingga anak pejabat.

Yang akan saya bahas kali ini adalah para bintang alias pesohor yang bersaing di daerah pemilihan Jawa Barat I (dapil Jabar I) yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Ini caleg DPR RI ya. Let's go!

Beberapa pesohor yang nyaleg di Jabar I/web KPU, diolah pribadi dengan aplikasi editing dari infopemilu.kpu.go.id
Beberapa pesohor yang nyaleg di Jabar I/web KPU, diolah pribadi dengan aplikasi editing dari infopemilu.kpu.go.id

1. Adu kekuatan anak pejabat

Saya yakin teman-teman yang tinggal di Bandung pasti nggak asing lagi dengan wajah orang ini yang spanduknya ada di mana-mana. Nggak jalan utama, jalan kecil, hingga gang-gang sempit pun ada. Bahkan sebelum KPU menetapkan secara resmi DCT (Daftar Calon Tetap), spanduknya sudah menyerbu jalanan kota Bandung bak zombie di film World War Z.

Silakan googling kasus mautnya/twitter @sczeve
Silakan googling kasus mautnya/twitter @sczeve
Ya, dia adalah M. Rasyid Rajasa, putra politisi Hatta Rajasa yang nyaleg dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ayahnya seorang politisi senior yang pernah menjabat ketua umum PAN pada periode 2010-2015. 

Ia juga pernah menjabat sebagai menteri di era Megawati dan SBY. Puncaknya ia mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres di Pemilu 2014.

Rasyid Rajasa mendapat pesaing dari caleg yang bapaknya nggak kalah tenarnya. Ya, kamu nggak salah baca kok. Memang lebih terkenal bapaknya. Dia adalah Clarissa Tanoesoedibjo yang dicalonkan dari Perindo, partai yang didirikan oleh sang ayah, Hary Tanoesoedbjo.

Saya pernah bertatap muka dengan Clarissa di acara kongres perfilman. Ia hadir sebagai narasumber dalam kapasitasnya sebagai Managing Director salah satu layanan OTT asli Indonesia. Ketika ada peserta yang bertanya soal politik, Clarissa secara tersirat menyatakan tidak terlalu tertarik untuk nyaleg, dan lebih memilih fokus mengembangkan OTT-nya.

Kok sekarang nyaleg? Ya, bisa jadi memang "dipaksa" ayahnya sekadar memenuhi kuota saja. Toh, dia mendapat nomor urut 2 bukan nomor urut 1. Hehe.

2. Saatnya para penyanyi berdendang

Dalam daftar penyanyi yang nyaleg, sangat perlu diakui kiprah mereka nggak kaleng-kaleng di industri musik tanah air. Salah satunya adalah penyanyi kenamaan Marcell Siahaan atau yang lebih dikenal dengan Marcell. Ia mencoba bertarung di Jabar I lewat PDIP.

"aku untuk kamu, kamu untuk aku, namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda...."

Nah, kalau kamu genzi mendengar penggalan lirik di atas, lalu menganggap Ziva Magnolya yang mempopulerkan tembang tersebut, ketahuilah Marcell adalah penyanyi pertama yang melantunkan lagu Peri Cintaku tersebut.

Marcell mendapat dua penantang dari teman seprofesinya. Mereka adalah Melly Goeslaw (Gerindra) dan Giring eks Nidji (PSI).

Siapa yang nggak kenal pencipta lagu sekaligus penyanyi Melly Goeslaw? Ia sudah banyak menciptakan soundtrack untuk film Indonesia yang hits seperti Ada Apa Dengan Cinta?, Apa Artinya Cinta?, Ayat-Ayat Cinta, dan Hijrah Cinta.

Begitu juga dengan Giring. Bersama Nidji ia sukses menelurkan banyak album sekaligus soundtrack populer untuk Laskar Pelangi, 5 CM, dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Bahkan keduanya dijuluki netizen sebagai Queen of Soundtrack untuk Melly Goeslaw dan King of Soundtrack untuk Nidji. Wah, Marcell jangan jiper duluan ya.

3. Para presenter nggak mau kalah

Marcell mendapat nomor urut 5, karena nomor urut 1-nya diisi oleh presenter Nico Siahaan. Presenter beragam acara kuis ini, adalah petahana dua periode. Sangat wajar jika PDIP tetap mempercayakan nomor urut 1 pada presenter kondang ini.

Nico Siahaan dibayang-bayangi oleh presenter yang juga petahana. Dia adalah Muhammad Farhan yang nyaleg dari Nasdem. Bisa dibilang karier Nico dan Farhan sama-sama mentereng lah sebagai presenter program televisi Indonesia di masa 2000-an.

Walau petahana, mereka juga (terutama Farhan), harus mewaspadai kehadiran Joice Triatman, presenter acara berita yang nggak kalah terkenal, yang dicalonkan dari Nasdem. Ia pernah membawakan acara berita Seputar Indonesia dan Sergap yang tayang di RCTI.

4. Mereka yang terkenal lainnya

Petahana lainnya yang juga mantan pemain film Nurul Arifin, maju lagi dari Golkar. Sekalipun ia pernah gagal dalam pemilihan Wali Kota Bandung 2018, ia nggak trauma untuk bertarung di dapil ini.

Tapi Nurul perlu hati-hati, karena dari internal sendiri, ada caleg yang bisa saja menjadi kuda hitam. Siapa lagi kalau bukan Atalia Praratya, istri influencer Ridwan Kamil, yang Golkar taruh di nomor urut 4.

Selama suaminya menjadi Wali Kota Bandung dan Gubernur Jawa Barat, Atalia selalu mendampingi kegiatan suaminya. Dan kehadirannya sangat disukai oleh masyarakat, terutama kaum ibu.

Selain Nurul dan Atalia, dapil Jabar I juga diramaikan oleh selebritis sekaligus pengacara kontroversial Farhat Abbas. Tapi nampaknya nggak perlu saya bahas lebih banyak karena saya yakin partai yang mencalonkannya, yakni Partai Kebangkitan Nusantara, nggak akan lolos parliamentary threshold yang ditetapkan sebesar 4%.

Beberapa caleg perempuan Jabar I, berturut-turut dari kiri ke kanan (Atalia, Clarissa, Joice)/gambar dari web KPU
Beberapa caleg perempuan Jabar I, berturut-turut dari kiri ke kanan (Atalia, Clarissa, Joice)/gambar dari web KPU

Siapa yang bakal lolos ke Senayan?

Berdasarkan informasi dari DCT di web resmi KPU, total caleg yang bersaing di Jabar I sejumlah 123 orang. Dan mereka hanya akan memperebutkan 7 kursi saja.

Mencermati hasil pileg 2014, 7 kursi tersebut direbut oleh PDIP (2 kursi), disusul oleh Demokrat, Hanura, PKS, Golkar, dan Gerindra yang masing-masing mendapat 1 kursi.

Sementara pada pileg 2019, 7 kursi direbut oleh PKS (2 kursi), disusul oleh Demokrat, Nasdem, PDIP, Golkar, dan Gerindra.

Saya yakin 2 kursi akan diduduki oleh mereka yang bukan selebritis yang saya bahas di sini. Mereka adalah Agung Budi Santoso (Demokrat) dan Ledia Hanifa (PKS), yang keduanya merupakan petahana 3 periode.

Artinya suara mereka di Jabar I ini sudah mengakar kuat. Baik saat pemerintahan SBY ataupun Jokowi mereka tetap bisa melenggang mulus ke Senayan.

Tersisa 5 kursi lagi. Dari Gerindra sebetulnya Melly mendapat tandingan petahana Sodik Mujahid yang sudah duduk selama 2 periode di DPR RI. Jika pileg 2024 ini masih akan ada satu partai yang mendapat 2 kursi dan itu Gerindra, kemungkinan besar Melly dan Sodik Mujahid sama-sama akan lolos.

Tapi jika PKS masih menjadi partai yang berhasil meraih 2 kursi sebagaimana pileg 2019, maka petahana Teddy Setiadi masih akan lolos bersama Ledia Hanifa. Apakah bisa PKS dan Gerindra sama-sama bisa meraih 2 kursi? Kemungkinan itu ada, tapi rasanya menurut saya sulit.

Kalau begitu jika satu partai berhasil meloloskan masing-masing 1 caleg, Melly yang mendapat nomor urut 1 akan lolos. Bandung merupakan tempat asal Melly. Berkaca dari pengalaman Krisdayanti dan Desy Ratnasari yang ditempatkan di daerah asalnya masing-masing, terbukti bisa menghasilkan suara. 

Bagaimana pun juga, dan nggak bisa dipungkiri, banyak masyarakat yang memilih calegnya karena kedekatan kultural dan wilayah. Saya contohnya. Xixix. Saya sendiri memilih Desy pada pileg 2019 yang berjuang di dapil Sukabumi. Tapi kayaknya tahun ini enggak dulu ya teh.

Sisanya petahana Nico Siahaan (PDIP) dan Farhan (Nasdem), besar kemungkinan akan lolos lagi. Dari Golkar sangat mungkin Atalia bakal menyingkirkan Nurul Arifin. 

Melihat fakta bahwa Nurul pernah kalah di pilwakot Bandung, dan Atalia menjelma menjadi bidadari baru bagi Jabar I. Bahkan selentingan Atalia bakal maju sebagai wali kota Bandung sudah beredar luas.

Antisipasi terbesar adalah Giring. Sebetulnya saya tidak menjagokan PSI sebagai partai yang memenuhi syarat lolos ke Senayan. Tapi melihat fakta bahwa partai ini didukung besar-besaran oleh presiden kita saat ini, bahkan sang presiden menjadi bintang iklannya, "PSI Menang Pasti Menang!".

Tentunya kalau hanya menaikkan angka dari 1,89% ke minimal 4%, dengan menggaet fans fanatik Jokowi, sangat mudah dilakukan oleh PSI.

Semua ini hanya analisis suka-suka saya saja. Semuanya tergantung masyarakat Kota Bandung dan Kota Cimahi yang akan menentukan di TPS nanti. Dan kemungkinan besar, pemilu kali ini saya akan memilih di dapil ini. Selamat memilih!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun