Awal mulanya Niion masih mengandalkan modal dari orangtua, bahkan kantor pertama Niion adalah rumah orangtua Adit. Namun dalam perjalanannya, Niion pun bekerjasama dengan banyak pihak dalam hal pembiayaan. Dan yang menarik, Niion juga membuka skema investasi dengan return 1%/bulan mulai dari 50 juta rupiah. Tentu tingkat pengembalian ini lebih besar daripada penyimpanan deposito di bank yang hanya berkisar di antara 5-7%/tahun.
Product
Usaha tanpa produk, apa yang mau dijual. Menentukan produk yang akan dijual itu susah-susah gampang. Niion sendiri memproduksi tas lipat awalnya terinspirasi dari kebiasaan orang-orang Singapura setiap weekend. Selama Adit di Singapura, ia mengamati warga di sana yang hanya memakai tas lipat jika bepergian di hari libur, padahal jika di hari biasa mereka bisa berbusana rapi dengan tas bermerk (branded).
Memilih tas lipat tentu bukanlah sesuatu hal baru di pasaran. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya sudah bergerak di bidang ini. Maka menurut Adit, tantangannya adalah bagaimana memberi nilai lebih pada produknya dibanding dengan produk yang sudah ada. Adit pun mencontohkannya dengan melakukan pembaruan produk minimal setiap enam bulan sekali.
Brand Worship & Brand Awareness
Tim yang solid, modal yang cukup, dan produk yang unik, tidaklah cukup tanpa adanya brand awareness dari masyarakat. Di sinilah tim marketing memegang peranan sangat penting untuk memperkenalkan brand kepada masyarakat luas. Nioon sendiri bermula dari postingan Instagram lalu merambah ke media sosial lainnya. Tapi yang terpenting, bukan saja terletak pada marketing tools yang digunakan tapi pada sikap konsisten dan pantang menyerah melakukannya.
Lebih jauh dari itu, Niion aktif mengikuti event atau pameran demi meningkatkan brand awareness. Dan puncaknya Niion akan mengikuti pameran UMKM di Las Vegas, Amerika Serikat, pada pertengahan Agustus mendatang.
JNE KopiWriting akan hadir di lima kota lainnya
Kegiatan JNE Kopiwriting di Bandung ini merupakan pembuka dari JNE Kopiwriting yang akan diadakan di 6 kota besar di Indonesia mulai dari Bandung, Padang, Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, dan Cirebon. Acara ini adalah rangkaian utama dari Journalism Competition yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 19 Juli 2019 hingga 13 September 2019.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H