Selanjutnya, yang ketiga, mulailah mencari sesuatu yang memotivasi kita untuk mengerjakan apa yang akan kita lakukan. Dan tentunya motivasi ini haruslah yang bersifat positif, bukan karena rasa takut atau yang sebagainya. Carilah sebuah alasan yang membuat pribadi kita merasa ringan menjalankan tugas tersebut. Dalam beramal saleh, ridho Allah SWT, surga, dan pahala mungkin bisa dijadikan motivasi agar tidak menunda kebaikan. Bahkan, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencatat berbagai kejelekan dan kebaikan lalu Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang bertekad untuk melakukan kebaikan lantas tidak bisa terlaksana, maka Allah catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia bertekad lantas bisa ia penuhi dengan melakukannya, maka Allah mencatat baginya 10 kebaikan hingga 700 kali lipatnya sampai lipatan yang banyak.” (HR. Bukhari no. 6491 dan Muslim no. 130)
Lalu yang terakhir adalah fokuslah untuk mengerjakan, jangan terlalu memikirkan hasil akhir yang sempurna. Ketika mendapat pekerjaan, yang kita pikirkan adalah kita harus mengerjakan sebaik mungkin sesuai kemampuan kita. Jika hasil tidak memuaskan, kita harus tetap menghargai usaha kita, karena manusia memang tidak ada yang sempurna. Selain itu, menghindari sesuatu yang berpotensi memecah konsentrasi juga perlu dilakukan, seperti ponsel.
Jika kita terus menunda suatu pekerjaan, maka kebaikan-kebaikan yang yang hadir kepada kita pun juga ikut tertunda. Menunda tugas, maka waktu sibuk kita bertambah, dan waktu istirahat kita berkurang. Menunda beramal baik, maka pahala kita tidak menghampiri kita, dan waktu kita terbuang sia-sia. Kita harus lebih bisa menghargai waktu yang kita miliki, karena kita hidup di dunia ini hanya sementara, maka gunakanlah sebaik-baiknya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H