Letih menunggumu
merdekakan rinduku yang membatu
aku nikahi kembang ilalang yang gugur bersama wajahmu
lenyap di savana tak berpengharapan
Mestinya tidak kita retas jalan pergi bila membuatmu tersesat untuk pulang
Mestinya kita tidur saja di atas tanah merasakan alun nafasnya merestui gemintang yang bersinar di dada kita
Mestinya kudekap erat dirimu, kuciumi, kulumat sampai tidak bersisa agar jarum jam tidak selalu memaksakan perpisahanÂ
Dan jika beringin meranggas kawin dengan angin utara biarkan aku terlelap di akarnya
Bukan menunggumu
Tidak menunggu siapa-siapa
Hanya menjalani titah yang tertulis di langit.