Pada Sabtu, 13 Januari 2024, Kelompok KKM 110 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan salah satu prokernya di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang. Program kerja (Proker) utama kelompok ini adalah "Penyuluhan Pemenuhan Gizi Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita." Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Sebelum acara penyuluhan dimulai, kelompok 110 terlibat aktif dalam membantu bidan dalam posyandu. Posyandu menjadi pusat perhatian kesehatan balita di desa tersebut, di mana penimbangan dan pengukuran tinggi badan menjadi kegiatan rutin.
Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan kemampuan belajar. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai pemenuhan gizi pada balita menjadi kunci utama dalam menangani masalah ini.
Penyuluhan Bapak Aditya Bagus Maksum, A.Md.Kep.
Acara utama dimulai dengan penyuluhan mengenai pemenuhan gizi oleh Bapak Aditya Bagus Maksum, A.Md.Kep seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Tumpang. Beliau memberikan wawasan yang mendalam tentang pentingnya asupan gizi yang seimbang dalam fase pertumbuhan balita. Penjelasan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh para orangtua.
Langkah-Langkah Pemenuhan Gizi yang Efektif
Dalam penyuluhan, Pak Mantri menyampaikan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh orang tua untuk memastikan pemenuhan gizi pada balita. Salah satu fokus utama adalah asupan nutrisi yang mencakup protein, vitamin, dan mineral esensial. Ia juga memberikan informasi tentang makanan sehat yang dapat diakses secara ekonomis di lingkungan mereka.
Pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia pertumbuhan tergantung pada faktor seperti jenis kelamin, usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Makanan pendamping asi (MP-ASI) untuk anak 6-24 bulan harus padat energi, protein, dan zat gizi mikro yang kurang dalam ASI. MP-ASI yang baik tidak menggunakan bumbu tajam, gula, garam berlebih, dan harus mudah ditelan, disukai anak, serta terjangkau secara lokal.
Setelah melakukan pembahasan, kemudian ada salah satu orang tua balita yang bertanya bagaimana dalam mengatur anak agar tidak makan sembarangan dan bagaimana membuat anak suka makan sayur kemudian dijawab oleh pak mantri di bantu dengan bidan dengan jawaban bahwa orang tua perlu memperhatikan makanan anak-anak dan tidak memberikan makanan sembarangan, kemudian orang tua harus tegas dalam mengatur makanan yang di konsumsi oleh anak-anak.
Peran Orangtua dalam Pemenuhan GiziÂ
Penyuluhan juga menekankan peran penting orangtua dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak mereka. Pak Mantri memberikan tips praktis tentang cara menyusun menu harian yang seimbang, menggunakan bahan-bahan lokal yang tersedia di desa. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan asupan gizi yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
***
Kuliah Kerja Mahasiswa tidak hanya sekadar tugas akhir yang harus diselesaikan, tetapi merupakan peluang berharga untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Kelompok 110 dengan proker "Penyuluhan Pemenuhan Gizi Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita" telah berhasil memberikan dampak positif di Desa Duwet Krajan. Melalui kombinasi kegiatan Posyandu dan penyuluhan oleh Pak Mantri, mereka tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tetapi juga memberdayakan masyarkat untuk mengambil tindakan konkret dalam pencegahan stunting. Semoga upaya ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok KKM lainnya untuk terlibat aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan aksi nyata.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H