Sampai situ dulu kita batasi pengertian Skena hanya untuk artikel ini tentunya agar kita lebih mudah memahami penjelasan mengapa mereka saya rasa dapat mengatasi Kesepian anak muda.
Lalu mengapa muncul streotipe bagi para anak Skena dari mulai outfit yang khas hingga dicap sebagai "polisi skena", karena dianggap si paling tahu musik?
Munculnya Stereotip Skena Sebagai Si Paling Tahu Musik
Sebenarnya ini tak lepas dari pandangan kita sebagai masyarakat yang punya berbagai macam pandangan. Seperti halnya Skena sebagai sebuah gaya, terkadang ada pula yang memandang mereka sebagai gaya yang norak dan berlebihan. Kita tidak bisa menerima bahwa sesuatu dapat dipandang positif oleh semua orang.
Dalam komunitas Skena ini juga tidak semua orang berperilaku baik tentunya. Ada beberapa oknum yang merasa superior dan merasa sangat tahu bagaimana cara menikmati musik tertentu. Mereka inilah yang kerap kali disebut "polisi skena", karena kebiasaannya menertibkan selera musik seseorang.
Walaupun begitu, ada beberapa anak Skena yang tentunya hanya menyukai suasana dari musik yang mereka sukai. Individu yang gemar bercengkerama dan berkelana tanpa peduli bagaimana orang menikmati musik.
Bisakah Skena Mengatasi Kesepian Anak Muda?
Kurang afdol sebenarnya jika dalam artikel saya tidak membahas sesuatu tentang psikologi, secara saya ini mahasiswa psikologi. Mari kita tautkan fenomena Skena ini pada masalah Kesepian pada anak muda. Anak muda terkhusus usia dewasa awal memang kerap kali terserang kesepian karena adanya tanggung jawab untuk mandiri.
Jika meminjam teori psikologi sosial milik Erik Erikson, diumur kita-kita ini yang lagi menempuh fase dewasa awal sedang ada di masa pergolakan antara keintiman dan juga isolasi (Intimacy vs isolatry). Jadi kadang kita harus mencari kedekatan dengan sesuatu jika tidak ingin terisolasi.
Menurut studi yang dilakukan oleh Manuela Barreto dari Universitas Exeter, Inggris memaparkan bahwa kebanyakan kesepian dialami oleh anak muda. Hal tersebut lebih lanjut dia katakan akibat dari ekspektasi yang berbeda dengan kenyataan membuat semakin kita terisolasi dengan dunia.