Indonesia mempunyai ciri geologis yang unik, Berada pada pertemuan tiga lempeng lithosfer, yaitu lempeng Indo Australia, Lempeng Dasar Samudra Pasifik, dan Lempeng Eurasia (Asia).
Lempeng Eurasia relatif diam sementara lempeng Indo Australia bergerak maju ke arah Lempeng Eurasia sehingga terjadi tumbukkan di zona pantai barat Sumatera, Selatan Jawa terus ke arah timur dan berakhir di kepulauan Banda.
Hasil tumbukan tersebut menghasilkan fenomena palung Laut Jawa dan pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatera serta gunung-gunung di Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT dan gunung-gunung di Kepulauan Banda Maluku.
Lempeng Samudra Pasifik bergerak ke arah Barat menumbuk Lempeng Eurasia dan menghasilkan fenomena jalur pegunungan di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, dan Papua.
Dari proses tumbukan antara lempeng-lempeng tersebut mengakibatkan terjadinya Gempa Bumi. Seandainya gempa terjadi di dasar laut maka bisa menimbulkan Tsunami atau gelombang besar.
Dari proses tumbukkan juga bisa memunculkan fenomena letusan gunung berapi. Indonesia merupakan Negara yang memiliki ribuan gunung berapi yang masih aktif.
Mitigasi Bencana
Menyadari wilayah Indonesia yang merupakan wilayah rawan bencana maka sudah sepantasnya penyadaran tentang bencana ini menjadi bagian dari kurikulum di Indonesia.
Materi tentang keadaan alam Indonesia sudah ada di pelajaran IPAS di SD, IPS di SMP Â atau IPS Geografi di SMA, tapi tidak mempelajari sampai ke tahap mitigasi bencana. Akibatnya ketika terjadi bencana, masyarakat tidak siap. Akibat lainnya banyak korban jiwa ketika terjadi gempa bumi atau bencana lainnya.
Materi mitigasi bencana bisa juga diselipkan disetiap mata pelajaran. Atau dengan adanya Kurikulum Merdeka bisa menjadi salah satu proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Langkah lain sekolah bisa bekerja sama dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) masing masing wilayah untuk memberikan pendidikan mitigasi bencana, minimal dalam satu semester satu kali.