Pancasila Melalui Praktikum Sains Sebagai Sarana Pembentukan Karakter dalam Pendidikan", dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang diperuntukkan untuk siswa yang duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar di MI Ar Rohmah Tegalgondo, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan dimulai dengan sambutan yang penuh antusias dari ketua pelaksana dan kepala sekolah, dilanjutkan dengan sesi senam bersama yang sangat meriah. Hal ini menjadi representasi nyata dari semangat pancasila yang ingin kami capai, diharapkan dapat menciptakan rasa kebersamaan yang tinggi dan sinergi yang kuat.
Proyek ini mengusung tema "Internalisasi SemangatPada tahap awal untuk menilai sejauh mana pemahaman siswa-siswi MI Ar-Rohmah mengenai konsep Pancasila, telah dilaksanakan sebuah pretest yang berbentuk pilihan ganda. Materi dalam pretest ini secara garis besar adalah Pancasila. Hasil pretest menunjukkan bahwa 85% siswa mampu memahami Pancasila.Â
Penayangan video tentang Pancasila di MI Ar Rohmah adalah metode yang efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai dasar negara dan merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Dalam konteks ini, video edukasi berfungsi sebagai media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Juga  membantu anak-anak memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang menyenangkan, baik secara individu maupun bersama teman-teman di kelas. Materi dalam video mencakup nilai-nilai Pancasila yang mudah diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, dan ditayangkan sesuai dengan usia serta tingkat pemahaman peserta didik MI. Selama acara berlangsung, terlihat peserta sangat antusias dan memperhatikan isi video tersebut.Â
Kegiatan praktikum sederhana berjudul 'Balon Mengembang Tanpa Ditiup' yang telah dilaksanakan berhasil meningkatkan minat belajar sains di kalangan siswa-siswi MI Ar-Rohmah. Semua siswa dibagi menjadi tiga kelompok. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengamati secara langsung fenomena ilmiah yang menarik, yaitu reaksi kimia antara cuka (asam asetat) dan soda kue (natrium bikarbonat) yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). Gas CO2 inilah yang mengisi balon dan membuatnya mengembang. Selain mengamati fenomena, praktikum ini dirancang untuk melatih keterampilan proses sains siswa, seperti merumuskan hipotesis sederhana, melakukan pengukuran dengan cermat, mengumpulkan data secara sistematis, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Secara keseluruhan, kegiatan praktikum ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berarti bagi siswa, dalam memahami konsep reaksi kimia, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis.Â
Setelah kegiatan praktikum sederhana, seluruh siswa diajak berinteraksi melalui aktivitas ice breaking. Aktivitas ini mencakup permainan menyusun huruf menjadi sebuah kata. Kegiatan ini mendorong siswa berpikir lebih cermat dan melatih kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, diharapkan siswa dapat memperoleh lebih banyak kosa kata bahasa Indonesia. Selain itu, ice breaking ini juga melatih kerja sama antar kelompok agar mereka dapat bersaing dalam meraih poin sebanyak dan secepat mungkin.
Untuk menilai tingkat pemahaman siswa setelah kegiatan praktikum, dilakukan post-test dalam bentuk soal esai. Soal-soal esai yang diberikan dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam menjelaskan secara sederhana proses reaksi kimia yang terjadi saat balon mengembang. Selain itu, soal-soal tersebut juga bertujuan untuk menilai kemampuan siswa dalam mengaitkan teori yang telah dipelajari dengan praktik yang telah dilakukan.Â
Sebagai bentuk penilaian autentik, siswa yang berani diberikan kesempatan untuk mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas. Kegiatan presentasi ini tidak hanya menguji pemahaman konsep siswa, tetapi juga melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan keterampilan berpikir kritis mereka. Hasil post-test menunjukkan bahwa 89% siswa dapat menjelaskan dengan baik mengapa balon mengembang akibat gas karbon dioksida yang dihasilkan dari reaksi antara cuka dan soda kue. Namun, masih ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep reaksi kimia secara lebih mendalam dengan fenomena yang diamati. Selanjutnya, dilakukan penyerahan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif seluruh siswa-siswi MI Ar Rohmah dalam rangkaian kegiatan.Â
Saya Rahma Futihati Salwa Putri ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam penyelesaian artikel ini. Terima kasih kepada Universitas Negeri Malang yang telah memberikan bantuan fasilitas penelitian, serta kepada Ibu Prof. Dr. Dra. Sri Untari, M.Si, yang telah memberikan arahan, dukungan moral, memberikan bimbingan berharga serta masukan konstruktif. Saya juga sangat berterima kasih kepada Sarah Amelia Ramadhani, Maulida Rahma Sholeha, Nenda Mar'atus Sholiha, Ussy Allissa Dewi Kusumastuti, Nurfikri Amru Al-fayi'nursy'nursy, Naufal Rifky Ramadhan selaku tim saya dalam proyek ini, yang telah memberikan masukan berharga, wawasan yang sangat berguna serta kontribusi yang kompak selama kegiatan proyek berlangsung. Tanpa bantuan dan dukungan dari mereka semua, saya tidak akan dapat menyelesaikan penugasan ini dengan baik.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H